Bayi Dibuang di Sungai, Ditemu di Lahor

 
MALANG – Lagi-lagi bayi tak berdosa, menjadi korban kebiadaban orangtua yang tidak bertanggungjawab. Kemarin pagi, sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung di Bendungan Sengguruh, Kepanjen. Saat ditemukan masih lengkap dengan tali pusarnya.
Dugaannya, bayi tersebut sengaja dibuang ke sungai oleh ibu kandungnya setelah dilahirkan. Polisi memperkirakan usia bayi itu sekitar tiga hari. Sebab saat ditemukan kondisi tubuhnya sudah melepuh dan mulai mengeluarkan bau anyir.
“Kalau melihat kondisinya, sudah beberapa hari lalu. Kemungkinan bayi itu dihanyutkan di sungai Kota Malang, yang kemudian terbawa arus sungai ke Bendungan Sengguruh,” terang Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo.
Usai dievakuasi, jenazah bayi tersebut langsung dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang. Polisi masih menyelidiki pelaku pembungan bayi tersebut.
“Untuk pelaku pembuangan bayi, masih  kami selidiki,” kata mantan Kapolsekta Lowokwaru ini.
Adalah Siran, 22, warga Dusun Bumiayu, Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, yang kali pertama menemukan mayat bayi tersebut. Sabtu (3/2) pagi sekitar pukul 07.30, seperti biasa saksi pergi ke Bendungan Sengguruh, untuk mencari sampah plastik dengan menggunakan perahu sampan.
Aktivitas tersebut dilakukannya hampir setiap hari. Ketika mengais sampah dekat dam pintu air, saksi terkejut dengan benda mengapung yang dikerubungi lalat. Semula menduga adalah bangkai kucing.
Namun begitu didekati, ternyata adalah mayat bayi. Oleh saksi, kemudian dibawa ke tepi yang selanjutnya melaporkan penemuannya itu ke petugas jaga Bendungan Sengguruh dan diteruskan ke Polsek Kepanjen.
“Saat itu posisinya tengkurap dan sama sekali tidak mengenakan sehelai pakaian,” ucap Siran, saksi mata.(agp/jon) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :