Akibat Gondol Motor Teman

 
MALANG – Suhardi, 32 tahun, sejak akhir pekan kemarin harus meringkuk di balik rutan Mapolsek Pakisaji. Warga asli Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, yang kontrak rumah di sekitar Pasar Gadang ini, dijebloskan ke dalam penjara karena kasus penggelapan. Ia membawa kabur sepeda motor Yamaha Mio N 3846 DN, milik temannya  Andre Eka Diantia, 30, warga Jalan Pahlawan Badjuri, Desa/Kecamatan Pakisaji.
“Tersangka kami tangkap di wilayah Kota Batu. Saat itu, ia sedang jalan-jalan bersama dengan anak dan istrinya. Barang bukti yang kami amankan adalah sepeda motor Yamaha Mio milik korban, serta uang Rp 870 ribu sisa gadai motor,” ungkap Kapolsek Pakisaji, AKPNovian Widyantoro.
Diperoleh keterangan, hubungan antara tersangka Suhardi dengan Andre ini hanya sekadar teman biasa. Mereka saling mengenal, setelah dikenalkan oleh temannya. Sementara kejadian penggelapan, terjadi pada Sabtu 27 Januari lalu di tambal ban Jalan Raya Kebonagung, Pakisaji.
Ceritanya, malam itu sekitar pukul 19.00, korban bersama dengan tersangka berboncengan motor hendak pergi ke Kota Malang dari Pakisaji. Mereka tidak berdua, tetapi ada saksi Yasin, warga Kelurahan Pandanwangi, Blimbing. Hanya saja Yasin, membawa motor sendiri.
Ketika melintas di Jalan Raya Kebonagung, sepeda motor yang dikendarai korban dan tersangka, ban-nya bocor. Mereka kemudian mencari tukang tambal ban. Saat di tambal ban, tersangka diminta untuk menunggui dengan diberi uang Rp 30 ribu. Sedangkan korban dan Yasin, melanjutkan perjalanan ke Kota Malang.
Beberapa menit kemudian, korban menghubungi tersangka menanyakan apa motornya sudah selesai. Dijawab oleh tersangka sudah selesai. 30 menit kemudian korban mendatangi tambal ban, ternyata tersangka dan motornya sudah tidak ada.
Selanjutnya korban mencari tersangka di rumah kontrakannya. Tetapi tidak ada, termasuk ketika dihubungi nomornya juga tidak diangkat. Curiga, akhirnya korban menginformasikan kepada rekan-rekannya kalau motornya dibawa kabur oleh tersangka.
Selanjutnya korban mendapat kabar kalau motornya dibawa oleh tersangka ke Kota Batu. Mengetahui hal tersebut korban bersama dengan temannya mencari ke Kota Batu. Ternyata memang benar dan diketahui kalau motor telah digadaikan oleh tersangka. Karena tidak terima itulah, akhirnya korban melaporkan ke Polsek Pakisaji.
Dalam pengakuannya, tersangka mengatakan kalau sepeda motor digadaikan Rp 1,5 juta kepada Sukarman, temannya. Alasannya dia sedang kehabisan uang untuk makan dengan anak istrinya. Karena merasa iba itulah, akhirnya Sukarman mau meminjami uang dengan jaminan motor itu.
“Uangnya sebagian saya gunakan makan dengan anak-istri. Sisanya telah dijadikan barang bukti,” tutur tersangka Suhardi, yang tubuhnya penuh dengan lukisan tato ini.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...