Digerebek, Beras Diduga Dicampur Pemutih

MALANG – Lagi, dua gudang pengolahan beras digerebek Tim Satgas Pangan Polres Malang, Jumat (21/7) kemarin. Penggerebekan dilakukan karena usaha tersebut tak berizin dan ada dugaan beras dicampur bahan kimia berbahaya, Fertile Grow dan Nutrigrow POC. Gudang pengolahan beras tersebut adalah milik PT Pilar Menara Mas, di Jalan Raya Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan, serta gudang beras milik H Doni alias Yul, di Desa Karangasem, Kecamatan Gondanglegi.

Sebelumnya, pada awal Juni 2017 lalu, Tim Satgas Pangan juga menggerebek gudang beras UD Widodo, di Jalan Raya Sultan Agung, Desa Pringu, Bululawang. “Untuk kasus beras sebelumnya, masih terus jalan. Sampai saat ini, kami masih menunggu hasil Labfor di Polda Jatim,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu, yang memimpin langsung penggerebekan dua gudang beras tersebut. Menurutnya, penggerebekan berawal dari informasi masyarakat. Warga curiga dengan aktivitas di dalam gudang. Pasalnya, seringkali ada kendaraan truk yang keluar masuk gudang, dengan kondisi tertutup rapat. Berdasarkan informasi itu, Tim Satgas Pangan bersama Satgasus Beras, lantas melakukan penyelidikan. Hasilnya, begitu diketahui ada indikasi campuran zat kimia dalam pengolahan beras, petugas langsung bertindak. Kali pertama yang dituju adalah gudang pengolahan beras PT Pilar Menara Mas. “Penggerebekan kami ke gudang beras tidak sendirian. Tapi didampingi oleh petugas dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar), Dinas Pertanian serta Dinas Perizinan,” tutur Azi. Dari penggerebekan di PT Pilar Menara Mas, petugas mendapati tumpukan beras sebanyak 145, 5 ton lebih. Puluhan ton beras di antaranya, sudah melalui proses pengolahan dan siap edar. Beras yang sudah diolah itulah, yang diduga bercampur cairan kimia berbahaya untuk pemutih. Pasalnya, di dekat mesin pengolahan beras, ditemukan puluhan botol cairan kimia, yakni Fertile Grow dan Nutrigrow POC. Fertile Grow, adalah cairan penyeimbang ketahanan terhadap penyakit jamur tanaman. Fungsinya, sebagai pembobot (menambah berat), membuat kulit buah mengkilap, bulir cerah bening, meningkatkan rendemen dan mempertahankan kesegaran buah serta menambah tajam rasa sesuai jenis benih yang ditanam. Sedangkan Nutrigrow POC adalah pupuk organik yang mengandung unsur makro dan mikro. Nutrigrow memiliki manfaat menjaga kestabilan ketersediaan makanan (makro dan mikro), khususnya pada saat tanaman melakukan fotosintesis dalam melakukan pengisian bulir, buah dan umbi. “Tetapi kami masih belum memastikan apakah memang beras tersebut berampur zat kimia atau tidak. Karena untuk mengujinya, terlebih dahulu harus dibawa ke Labfor,” jelasnya. Selama proses penyelidikan, lanjut Azi, gudang pengolahan beras PT Pilar Menara Mas tersebut ditutup sementara dengan diberi police line. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Termasuk puluhan botol yang diduga sebagai campuran. “Kami masih mendalami kasusnya. Karena dari penggerebekan ini, kami juga menemukan beberapa karung beras dengan merek berbeda,” katanya. Di antaranya adalah Beras Bengawan Super cap Mangga, Beras SLYP Super cap Bunga, Selection Rice Long Grain, Karya Alam serta karung Beras Bulog. “Begitu juga dengan izinnya, masih kami selidiki. Pengakuannya, izin sudah ada, tetapi ketika kami minta tidak bisa menunjukkan. Karena pemilik PT Pilar Menara Mas berada di Surabaya,” sambungnya. Totok Purwanto, Kasi Paska Panen Dinas Pertanian mengatakan, izin usahanya tidak ada. Begitu juga tak ada izin dagang merek. “Kalau ada izin HO (gangguan, red) pastinya harus melalui Dinas Pertanian terlebih dahulu. Barusan kami cek, sama sekali tidak ada pengajuan izin HO,” beber Totok Purwanto. Kabid Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Moch Rony mengatakan, masih belum mengetahui apakah beras yang sudah diolah tersebut mengandung bahan kimia. Karena terlebih dahulu harus melalui uji laboratorium. “Kesalahan dari pihak perusahaan, adalah menempatkan botol berisi cairan bahan kimia di lokasi produksi. Termasuk karung bekas pupuk, juga digunakan untuk mengemas beras. Padahal secara peraturan Undang-undang ketahanan pangan tidak diperbolehkan,” tegas Rony. Sementara Hasan Tuasikal, dari Disperindagsar Kabupaten Malang, menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan ke Polres Malang untuk menyelidiki kasusnya. “Soal izin, saya belum bisa berkomentar. Takutnya sudah ada izin, karena pemiliknya masih di Surabaya. Tetapi dari pihak pengelola gudang, mengatakan kalau izinnya masih proses,” paparnya. Manager PT Pilar Menara Mas Andre Sutikno mengatakan, bahwa gudang di Desa Jambearjo hanya tempat produksi saja. Sedangkan untuk penjualan berasnya di wilayah Surabaya. Gudang pengolahan beras tersebut, diakui beroperasi sejak September 2016 dengan produksi setiap hari 12–20 ton. “Tetapi untuk barang keluar tidak banyak, dan tidak tentu setiap hari. Kadang sehari hanya satu truk saja, itupun menunggu orderan,” kata Andre. Untuk dugaan campuran pemutih, Andre membantah. Botol berisi cairan yang diamankan itu, tidak untuk campuran beras. Tetapi diberikan kepada petani sebagai hadiah karena telah menjual berasnya ke PT Pilar Menara Mas. “Murni, sama sekali tidak ada campuran ataupun pemutih. Beras kami beli dari petani di Jawa Tengah, Bojonegoro, Ngawi, Tuban serta Lumajang. Untuk pemasarannya di wilayah Surabaya,” paparnya. Usai menggerebek gudang pengolahan beras PT Pilar Menara Mas, Tim Satgas Pangan melanjutkan penggerebekan ke Des Karangasem, Kecamatan Gondanglegi. Petugas mengamankan 30 ton beras dan 5 ton gabah, dari gudang pengolahan beras milik H Doni alias Yul. Beras di gudang ini diduga juga bercampur bahan pemutih. Karena sebelum diolah, kondisi beras sangat tidak layak. Berkutu, buram dan lengket. Setelah diolah, kemudian dikemas dengan karung merek Pak Tani Setra, Mangga Legi, Raja Lele, Jangkar Mas, Nelayan Mas, Nelayan Super, Nona Thailand dan Nawar. “Gudang pengolahan beras ini juga tidak ada izinnya. Semua beras hasil olahan dijual ke wilayah Malang Selatan, dengan produksi setiap harinya 3 ton. Namun untuk cairan yang dicampurkan, kami tidak menemukan di lokasi gudang,” sambung Azi Pratas Guspitu.(agp/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :