magista scarpe da calcio Istri Diajak Mabuk


Istri Diajak Mabuk

 
MALANG – Bukankah cinta itu pertemuan dua hati? Bila romansa rumah tangga dibalut paksaan dan aniaya, di manakah asmara yang dulu begitu berapi-api? Amel 22 tahun, warga Kelurahan Blimbing merasakan sendiri bagaimana pahitnya penyiksaan jasmani dan rohani. Ronald 25 tahun yang gemar menenggak minuman keras, menyakitinya lahir batin.
Amel tidak menyangka, pria yang dinikahinya pada 13 September 2013 ternyata seorang pemabuk berat. Ronald yang gemar mabuk di rumah, sering mengajak wanita lulusan SMA itu bertengkar tanpa sebab yang jelas. Alasan yang sering dipakai, adalah Amel dituduh selingkuh dengan teman-teman Ronald.
Bahkan, perselingkuhan tersebut sudah berlanjut hingga permainan ranjang. Tuduhan kejam ini menyakiti hati Amel. Belum lagi, kekerasan fisik yang Ronald lakukan saat bertengkar, membuat Amel menderita. Ulah Ronald yang membuatnya makin yakin untuk menggugat cerai Ronald, adalah kebiasaan buruk saat menjalani hubungan suami istri.
Ronald selalu mengajak Amel berhubungan badan dalam kondisi mabuk. Suatu kali, Amel juga dipaksa minum alkohol untuk memuaskan fantasi seksual Ronald. Tahun 2015, Amel sudah tidak kuat lagi hidup bersama Ronald di Kalimantan Selatan. Apalagi, mertuanya ikut-ikutan merecoki rumah tangganya bersama Ronald.
Tiap hari Amel tak hanya harus menghadapi Ronald, tapi juga mertuanya. Sebagai keluarga kaya yang memiliki kebun karet, mertua Amel merasa bisa ikut campur dalam rumah tangga Ronald yang juga bekerja di kebun karet keluarga. Situasi rumah tangga Amel semakin menambah runyam.
Akhirnya, pada tahun 2015 Amel pulang ke Malang dan tinggal bersama orangtuanya. Dia tidak mencari harta gono-gini. Satu-satunya hal yang membuat Amel menyesal adalah tidak bisa membawa pulang si buah hati, yang masih berusia 3 tahun. Jelang akhir tahun 2017 lalu, Amel resmi bercerai dari Ronald yang tak pernah datang di persidangan PN Malang.
“Menyatakan tergugat tidak pernah hadir di persidangan meskipun sudah dipanggil secara sah dan patut. Menyatakan menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya dengan putusan verstek. Menyatakan perkawinan penggugat dengan tergugat, putus karena perceraian,” tutur majelis hakim ketua Sugiyanto SH di PN Malang.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :