Anggap Penangkapan Salahi Prosedur

 
MALANG – Penangkapan Agus Samsul, warga Dusun Darungan, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, yang ditangkap oleh Satreskrim Polres Malang karena perkara judi kupon putih online, dianggap menyalahi prosedur. Karenanya, hari ini melalui pengacaranya Ir. Abdul Salam, MBA, SH, M.Hum, akan mendaftarkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen.
“Surat gugatan praperadilan sedang saya selesaikan. Senin (5/2) rencananya akan kami daftarkan ke PN Kepanjen,” ungkap Abdul Salam.
Menurutnya, gugatan praperadilan tersebut karena penangkapan terhadap kliennya Agus Samsul, tidak sesuai dengan prosedur. Petugas yang menangkap tidak menunjukkan surat perintah penyidikan, surat perintah penggeledahan, surat perintah penangkapan serta surat perintah penyitaan dari Kasatreskrim Polres Malang.
Seharusnya sesuai hukum KUHAP, tindakan yang dilakukan oleh petugas kepolisian melalui prosedur yang benar dan digariskan KUHAP. Yaitu mulai tingkat penyelidikan, penyidikan, penggeledahan, penyitaan dan penangkapan terhadap perbuatan pidana apapun.
Termasuk menurutnya dengan penyitaan HP serta ATM milik Agus Samsul, seharusnya dibuatkan berita acara. Namun yang terjadi, surat perintah penangkapan dan surat perintah penahanan baru dikeluarkan setelah Agus Samsul disidik. Agus Samsul pun, diduga menandatangani surat tersebut dalam keadaan terpaksa.
“Surat perintah penangkapan dan penahanan itupun, tidak langsung diberikan kepada keluarga Agus Samsul. Melainkan diserahkan ke Kepala Desa Mendalanwangi atau perangkatnya (Kamituwo), untuk diserahkan kepada keluarga Agus Samsul, tanpa ada berita acara penyitaan, surat perintah penyelidikan dan penyidikan oleh penyidik Polres Malang,” terang Abdul Salam.
Ditegaskan Abdul Salam, bahwa Agus Samsul sebenarnya tidak tertangkap tangan atau dalam keadaan menjual kupon putih. Melainkan Agus dibekuk dalam keadaan tidur di rumahnya Dusun Darungan, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir. 
Penangkapan Agus Samsul yang tidak melalui prosedur itu, disaksikan oleh istrinya Likhayatul Kunaifah alias Ika. Penangkapannya pada 29 Januari 2018, sekitar pukul 03.00, tanpa izin dan/atau didampingi Ketua RT dan RW serta Kepala Desa Mendalanwangi, beberapa petugas Buser Polres Malang mendatangi rumah Agus Samsul dan bertemu dengan istrinya.
Tanpa menunjukkan identitas dan surat perintah penyidikan dan penangkapan serta surat perintah lainnya, petugas masuk ke dalam rumah. Salah satu petugas sempat bertanya kepada istri Agus Samsul. “Opo ono Sul-sul”.
Kemudian petugas masuk ke ruang TV dimana Agus Samsul tidur pulas di tempat tidur. Petugas lantas membangunkannya dan menanyakan dimana keberadaan HP. Karena tidak ketemu, petugas lalu mengobrak-abrik kasur dan ruang TV. Begitu menemukan HP Blackberry, petugas langsung membawa Agus Samsul ke Polres Malang.
“Kejadian sebenarnya dari keterangan istrinya, bahwa Agus Samsul tidak tertangkap tangan. Melainkan ditangkap ketika sedang tidur di rumahnya,” tegasnya.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, ketika dikonfirmasi soal penangkapan Agus Salam, yang dianggap tidak sesuai prosedur karena tidak ada surat penangkapan, mengatakan bahwa yang bersangkutan diamankan karena tertangkap tangan.“Bukannya tertangkap tangan. Tetapi coba saya konfirmasi lagi sama anggota dulu,” kata Adrian Wimbarda.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :