Abu Umar Pimpinan JAD Jatim


MALANG - Sosok Samsul Arifin alias Abu Umar terduga teroris yang diamankan tim Densus 88 penggerebekan di Perumahan Banjararum Asri Blok BB No. 9, Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (15/5) merupakan penangkapan penting. Pasalnya, sosok Abu Umar diduga kuat menjadi salah satu pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Jatim.Densus 88 kembali menangkap kaki tangan Abu Umar, Fais (FS) di Karangploso.
Hal ini selaras seperti yang diungkapkan Kapolri Tito Karnavian dalam keterangannya usai penggerebekan dilakukan di Malang. Ia sempat menyatakan jika penggerebekan yang dilakukan tim berhasil mengamankan terduga teroris berinisial AU. Tito menegaskan pula jika AU adalah Ketua JAD Jawa Timur.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar publik, apakah Abu Umar telah mendirikan jaringannya di Malang. Serta telah melakukan aktivitas JAD di wilayah Malang.
Pasalnya menurut data yang dikumpulkan Malang Post sebelumnya, Abu Umar juga menikahi seorang perempuan asal Bareng Kota Malang, bernama Wahyu Mega Wijayanti secara siri beberapa tahun belakangan.
Saat Malang Post menelusuri ke kediaman Wahyu Mega pun, sanak keluarga dan tetangga menyatakan jika Wahyu sejak 5 tahun terakhir tidak lagi tinggal bersama keluarganya di Jalan Ir Rais karena mengikuti suaminya.
Saat Malang Post mencoba mengkonfirmasi hal ini Kabid Humas Polda Jawa  Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera menyatakan akan mengembangkannya.
"Kami akan simpulkan semua. Selesai Gakkum (penegakan hukum,red) di lapangan," ungkap Frans saat ditanya apakah Abu Umar selama 5 tahun terkakhir sudah mengembangkan jaringannya di Malang.
Frans kembali menegaskan pihaknya akan mengembangkan penangkapan Abu Umar beserta kemungkinan jaringan lain di Malang dalam perkembangan kasus kedepan.
Sementara itu, Tim Densus 88 Antiteror, melanjutkan operasi senyap di Malang. Kemarin pagi, seorang terduga teroris kembali tertangkap oleh polisi antiteror tersebut. Terduga diamankan di pinggir jalan di wilayah Kecamatan Karangploso.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Malang Post, terduga diketahui berinisial FS, warga Perumahan Pesanggrahan Pratama, Karangploso. FS ditangkap di pinggir jalan masuk perumahan. Terduga FS, diketahui jaringan dari terduga pelaku yang sebelumnya ditangkap di Perumahan Banjararum Asri BB nomor 9 RT 15 RW 11 Banjararum Singosari.
“Benar, memang ada penangkapan. Terduga ditangkap di jalan bunderan Perumahan Pesanggrahan Karangploso,” ungkap sumber Malang Post di kepolisian.
Yang menarik, penangkapan FS oleh Densus 88 Antiteror ini, benar-benar senyap. Tak seorang pun warga sekitar yang mengetahui. Padahal berdasarkan informasi, FS diamankan sekitar pukul 09.00. Imam Suparman, koordinator perumahan sekaligus koordinator keamanan, yang ditemui Malang Post di depan rumahnya, mengaku sama sekali tidak mendengar adanya penangkapan itu. Bahkan sampai sore kemarin, tidak ada kedatangan polisi ke perumahan tersebut untuk melakukan penggeledahan.
“Tidak ada informasi penangkapan. Biasanya kalau ada apa-apa, petugas keamanan yang di depan menyampaikan kepada saya,” ujar Imam Suparman.
Ketika dikonfirmasi terkait nama FS, Imam mengatakan tidak ada warga Perumahan Pesanggrahan Pratama, bernama FS. Karena setiap warga kali ada warga baru, selalu melapor kepadanya terlebih dahulu. “Bisa jadi kalau memang benar penangkapannya di sini (Perumahan Pesanggrahan Pratama, red), dia menumpang pada keluarganya,” tuturnya.
Terpisah, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan terduga teroris tersebut. “Tadi pagi (kemarin, red), ada satu lagi terduga teroris yang ditangkap di wilayah Kecamatan Karangploso,” ungkapnya meyakinkan.
Hanya siapa identitas terduga tersebut, Ujung tidak membeberkan. Perwira dengan pangkat dua melati ini, hanya mengatakan bahwa terduga yang diamankan adalah masuk dalam jaringan Syamsul Arifin alias Abu Umar.
“Dia itu jaringannya Abu Umar, yang kemarin (Selasa, red) ditangkap di Banjararum, Singosari,” tegasnya. Namun ketika ditanya lebih jauh, Ujung menyampaikan bahwa terkait penangkapan terduga teroris adalah kewenangan dari Polda Jatim ataupun Mabes Polri.(ica/agp/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :