Ada Dendam dan Kemarahan


Sementara itu, karakter pelaku bisa dianalisa dari tulisan yang tertinggal (Jika benar dari pelaku, Red). Grafolog Yosandi LS, menganalisa tiga foto dari tulisan yang diduga ditinggalkan pelaku mutilasi di tempat kejadian. Yosandi yang dikonfirmasi Malang Post, mengungkapkan bahwa titik yang dihitam-hitamkan oleh pelaku di dalam tulisan, menggambarkan emosi, yakni dendam dan amarah.
“Yang terlihat mencolok dendam dan kemarahan. Titik-titik dalam tulisan itu terlihat dihitam-hitamkan. Itu ada dendam dan kemarahan terpendam yang sangat besar. Dari kemiringan tulisannya, yang berubah-ubah dari kiri, tegak, ke kanan, orang ini punya emosi tak stabil,” sambung Yosandi dikonfirmasi semalam.
Ciri-ciri tulisan tersebut, juga menggambarkan bahwa penulis tega melakukan agresi kepada orang lain. Dia melihat huruf yang ada di tulisan, menunjukkan bentuk pentungan. Secara grafologi, orang yang mampu menulis huruf dengan bentuk ini, mampu menyerang manusia lain secara fisik.
“Huruf D dari penulis ini tidak tangkai datar, tapi lingkar. Itu menunjukkan orang ini sensitif, gampang tersinggung. Sementara, bentuk tulisan A dari penulis ini, ada single loop, orang yang menulis ini, pandai berbohong secara lisan,” ujar pria yang juga disebut sebagai analis tulisan tangan tersebut.
“Sebagai tambahan info, huruf P, ada loop atau lingkarnya, artinya fisik penulis ini aktif, dia punya mobilitas fisik yang tinggi. Sedangkan, bentuk huruf E, penulisnya memiliki kegiatan seni atau traveling,” tutupnya.(fin/ary)

Berita Lainnya :