magista scarpe da calcio Anton Menunggu Sidang, Penahanan Dewan Diperpanjang


Anton Menunggu Sidang, Penahanan Dewan Diperpanjang


MALANG - Wali Kota Malang non aktif H Moch Anton segera menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo. Berbeda dengan belasan  anggota DPRD Kota Malang yang kini diperpanjang masa penahanan oleh  KPK. Mereka masih harus berhadapan dengan penyidik lembaga antirasuah itu.
Ketua Tim Kuasa Hukum Moch Anton, Hamka SH mengatakan kliennya akan menjalani proses hukum selanjutnya yakni tahapan penuntutan dalam persidangan. Rencananya sidang digelar di Pengadilan Tipikor di Sidoarjo. Karena itulah sejak beberapa hari lalu, Anton sudah dipindahkan dari tahanan KPK di Jakarta. “Abah Anton sudah dipindah ke Medaeng sejak hari Kamis (24/5)  lalu,” kata Hamka kepada Malang Post.   
Ia menjelaskan Anton dalam kondisi sehat dan siap mengikuti prosedur hukum. “Sehat. Dua minggu lalu saya ketemu Abah Anton di tahanan KPK, dia sehat,” ujarnya.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan pemindahan Anton dari tahanan KPK di Jakarta ke Lapas Kelas 1 Surabaya (Medaeng) dilakukan bersamaan dengan pelimpahan berkas dan barang bukti.
“Pelimpahan barang bukti dan tersangka MA (Moch Anton) dalam Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015 ke penuntutan atau tahap kedua,” jelas Febri.
Sebelumnya Anton diduga memberi hadiah atau janji kepada mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono dan 18 anggota dewan dalam pembahasan APBD-P tahun 2015. Tindakan tersebut bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya.
“Hingga kemarin, sebanyak 59 saksi telah diperiksa untuk tersangka MA. Sedangkan yang bersangkutan telah tiga kali diperiksa sebagai tersangka pada 22, 27 Maret, dan 21 Mei 2018,” tambah Febri.
Ia melanjutkan saksi yang diperiksa untuk Anton di antaranya anggota DPRD Kota Malang, Wawali Kota Malang Sutiaji dan sejumlah pejabat Pemkot Malang.  
Sementara untuk 18 anggota DPRD Kota Malang lainnya yang sedang ditahan KPK di Jakarta  masih menjalani rangkaian pemeriksaan.  
Kuasa Hukum anggota DPRD Kota Malang Dr Solehoddin SH MH menjelaskan kliennya belum dipindahkan ke Surabaya karena KPK memperpanjang masa penahanan. Pasalnya mereka masih harus menjalani pemeriksaan.
Saat ditanya apakah penahanan diperpanjang karena proses penyidikan alot atau tidak, Solehuddin yang mendampingi 14 anggota dewan menegaskan hal tersebut tidaklah terjadi pada kliennya.
“Murni karena pemeriksaan belum selesai kok. Karena beberapa anggota dewan hanya ada satu kali yang diperiksa sebagai tersangka ada juga yang tiga kali,” tandas pengacara yang juga dosen ini saat dihubungi Malang Post.  
Soal perpanjangan penahanan anggota dewan, Febri Diansyah membenarkan hal tersebut.
Dalam rilis resmi di Jakarta, disebutkan sebanyak 12 tersangka anggota dewan diperpanjang masa penahanannya selama 30 hari. Masing-masing, HM Zainuddin, Suprapto, Sahrawi, Salamet, Wiwik Hendri Astuti, Mohan Katelu, dan Sulik Lestyowati. Selain itu, Abd Hakim, Imam Fauzi, Bambang Sumarto, Syaiful Rusdi, dan Tri Yudiani. Perpanjangan penahanan tersebut dilakukan selama 30 hari dimulai 26 Mei sampai 24 Juni 2018.
Namun demikian, KPK belum memberikan penjelasan tentang enam anggota dewan lainnya yang sebelumnya juga ditahan KPK. Enam anggota dewan itu yakni Ya’qud Ananda Gudban,  Heri Pudji Utami, Sukarno, Abdul Rachman, Rahayu Sugiarti dan Heri Subiantono.  
Sebelumnya 18 anggota DPRD Kota Malang yang ditahan KPK pada April lalu telah ditahan selama 20 hari pertama. Setelah itu masa penahanan mereka ditambah hingga 25 Mei. Kini diperpanjang lagi sampai 24 Juni mendatang. (ica/van)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang