Bersih-Bersih, Cleaning Service Rumah Sakit Dibekuk


MALANG – Satresnarkoba Polres Makota terus mengungkap kasus narkotika. Ahmad, 22, warga Jalan Jati, Desa Dandong Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, diamankan oleh polisi narkoba karena kedapatan membawa paket ganja seberat 1,25 gram. Ganja ini disimpan di dalam dompetnya.
Dari informasi yang dihimpun, Ahmad adalah seorang cleaning service di sebuah rumah sakit di Kota Malang. Meski kesehariannya berkutat dengan kegiatan bersih-bersih, kehidupannya di luar pekerjaannya, ternyata tidak begitu bersih. Karena, dia diam-diam membawa ganja ke mana-mana untuk dikonsumsi.
Akhirnya, sosok Ahmad diendus oleh petugas Satresnarkoba Polres Makota. Dia langsung dibekuk di tempat kerjanya saat sedang bersih-bersih pada awal Juni 2019 lalu. Setelah ditangkap, badannya digeledah. Polisi menemukn paket ganja dalam kertas, yang disembunyikan dalam dompet.
Saat ditimbang, ganja ini memiliki berat 1,25 gram. Dia digelandang ke Polres Makota, dan menjalani pemeriksaan. Setelah penangkapan Ahmad, polisi secara beruntun langsung membekuk banyak pelaku lainnya. Mulai dari Jimmy J dan Fanny P, dengan barang bukti sabu 0,78 gram warga Bandulan, dengan TKP penangkapan Jalan LA Sucipto.
Mereka dikenakan pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Lalu, Ganda dan Yuson, warga Gadang dan Ngaglik, yang kedapatan membawa sabu 3,15 gram. Mereka dibekuk di Jalan Raya Sawojajar. Mereka pun dijerat dengan pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Lalu, polisi membekuk jaringan ganja yang masih dicari koneksinya dengan Ahmad. Yaitu, Ide Priyo dan Eko, keduanya warga Gadang, yang membawa ganja seberat 6,15 gram. Mereka dijerat dengan pasal 111 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ahmad sendiri, juga terancam pasal 111 UU RI nomor 35 tahun 2009, ancaman hukuman minimal 4 tahun.
Kasatresnarkoba Polres Makota AKP Syamsul Hidayat mengungkapkan, pihaknya terus mengembangkan semua keterangan dari para tersangka. “Kami masih kembangkan semua keterangan, dan mengungkap lebih dalam lagi jaringan yang lain,” tutup Syamsul.(fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :