BNN Waspadai Transit Peredaran Narkoba

 
AGUNG PRIYO/MALANG POST
ANTISIPASI PENCEGAHAN:Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, Letkol Laut (CPM) Agus Musrichin (kiri) bersama Kasi Rehabilitasi.
 
MALANG - Pembangunan Tol Malang - Pandaan (Mapan) dan peningkatan status Bandara Abd Saleh menjadi bandara international, memang bagus untuk perkembangan Malang. Namun di balik itu, ternyata juga rawan masuknya narkotika. Malang bisa menjadi transit para pengedar barang terlarang. 
Demikian disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, Letkol Laut (CPM) Agus Musrichin. Ia mengatakan bahwa peredaran narkotika akan semakin tinggi, dengan adanya Tol Mapan dan peningkatan status bandara.
"Sebetulnya ada sisi negatif karena bisa menjadi lokasi transit peredaran narkotika. Sehingga ada perubahan tren modus pengedar, yang sebelumnya lewat jalur laut, maka beralih menggunakan jalur darat," ungkap Agus Musrichin.
Menurutnya, transitnya barang terlarang ini, tidak hanya berasal dari luar kota, namun juga dari luar negeri. "Misalnya, barang dari Jakarta dikirim ke Surabaya atau Malang, nantinya melalui jalan tol. Karena dengan adanya tol, jarak tempuhnya hanya beberapa jam dan bebas hambatan," ujarnya.
Termasuk narkotika dari luar negeri. Para pengedar narkoba internasional ini, bisa masuk ke Indonesia dengan menyamar sebagai turis melalui bandara yang skalanya kecil. Karena menganggap pengawasannya tidak begitu ketat.
"Jadi potensi atau kemungkinan Kabupaten Malang digunakan sebagai daerah transit peredaran narkoba, memang cukup besar," tuturnya.
Karenanya untuk mengantisipasi peredarannya, BNN Kabupaten Malang akan meningkatkan pengawasan ketat. Terutama di tempat rest area Jalan Tol Mapan. Karena bisa jadi pengedar akan memanfaatkan rest area menjadi lokasi transaksi para kurir atau pengedar.
"Kami juga akan bersinergi dengan semua pihak untuk memberantas dan mengantisipasi masuknya peredaran narkotika ini. Selain dengan Polri, juga TNI, Bea Cukai serta masyarakat luas. Karena masalah narkoba adalah masalah bangsa yang harus kita tangulanggi bersama," pungkasnya.(agp/lim)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :