Bobol Indomaret, Hasilnya Untuk Membeli Pil Koplo

 
MALANG - Dalam keterangannya kelima pelaku beraksi selalu bersama-sama. Sebelum beraksi, mereka berkumpul terlebih dahulu di rumah Sule. Setelah semuanya berkumpul, mereka langsung berangkat mencari sasaran motor yang dicuri dengan berboncengan tiga sepeda motor.
“Tidak setiap hari. Seminggu hanya dua kali, yakni setiap hari Minggu dan Kamis. Itupun tidak selalu mendapatkan hasil,” ungkap Sule, yang dibenarkan oleh pelaku lainnya.
Modusnya, mereka keliling perkampungan dan jalan yang sepi untuk mencari sasaran. Begitu mendapat target, mereka langsung membagi tugas. Dari kelima pelaku, hanya satu orang saja yang bertugas sebagai eksekutornya. “Yang bertugas mencuri motor, digilir secara bergantian,” katanya.
Motor yang berhasil mereka curi, kemudian dibawa kabur ke Sidoarjo. Selanjutnya motor dijual secara online. Rata-rata, setiap unit dijual dengan harga Rp 3 juta. Uangnya dibagi rata, dan sebagian lagi dibelikan pil koplo jenis dobel L.
“Mereka ini semuanya pemakai pil koplo. Setiap kali sebelum beraksi mencuri, mereka selalu menenggak pil koplo terlebih dahulu. Makanya, begitu mendapatkan hasil, uangnya untuk membeli pil koplo,” tegas Kapolsek Singosari, Kompol Untung Bagyo Riyanto.
Sementara itu, kelimanya mengaku aksi pencurian dilakukan sejak bulan Februari 2018 lalu. Selama ini, sudah 16 kali mencuri sepeda motor di TKP berbeda di wilayah Kecamatan Singosari. Selain itu, juga tiga kali membobol toko waralaba (Indomaret) di wilayah Lawang dan Singosari.
Khusus untuk pembobolan Indomaret, hanya dilakukan oleh tiga tersangka saja. Yakni Sule, Yayan serta Suep. Modusnya mereka mencari sasaran Indomaret yang akan digarong. Begitu mendapatkan sasaran, ketiganya mengawasi selama sepekan.Setelah itu baru beraksi dengan cara menjebol atap. “Yang kami jarah hanya uang dan rokok saja. Hasilnya juga kami bagi rata,” tutur Yayan dan Suep, sembari mengaku kalau mereka mencuri karena diajak oleh Adi Pratama. (agp/jon)

Berita Lainnya :