Curi Uang Majikan Lalu Beli Perhiasan

 
MALANG - Siti Aisyah, 40, warga Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, meringkuk di sel tahanan Polres Malang Kota. Dia ditangkap anggota Polsekta Kedungkandang Senin (27/8) malam, karena mencuri uang Rp 88,2 juta milik Agustin, 58, majikannya di Jalan KH Malik Dalam.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti, satu buah kalung emas, satu buah gelang emas, satu cincin perak, dan uang Rp 400.000. ”Barang bukti perhiasan merupakan milik tersangka, yang dibeli dari uang hasil curian milik korban,” ungkap Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Suko Wahyudi.
“Sedangkan Rp 400.000, merupakan sisa penjualan perhiasan milik korban,” tambahnya.  Dijelaskan Suko, pencurian perhiasan dan uang itu berawal saat tersangka bekerja di rumah Agustin sebagai pembantu dan tinggal di rumah korban.
Lantaran tinggal serumah dengan Agustin, Siti pun mengetahui seluk beluk rumah korban. Bahkan, tahu, korban menyimpan barang-barang berharga. Sehingga saat Agustin tak ada di rumah, Siti melakukan aksinya.  
”Barang-barang tersebut disimpan di lemari kamar  korban. Pelaku mencuri saat korban tidak ada di rumah. Pencurian itu dilakukan tersangka hingga 12 kali,” ungkap Suko. Kasus pencurian terungkap saat Agustin hendak menggunakan uang tersebut. 
Dia kaget, karena uang miliknya yang disimpan di dalam lemari kamarnya itu tak ada. Melihat tidak ada benda yang rusak, Agustin curiga pelaku pencurian adalah pembantunya. Sehingga, tanpa banyak kata, korban mendatangi Aisah di kamarnya, dan menanyakan uang miliknya. 
Saat itu Siti sempat berkelit, dan mengatakan tak tahu menahu soal uang milik korban. Tak kehilangan akal, Agustin dan keluarganya pun menggeledah kamar Siti. Saat itulah, ditemukan perhiasan serta uang Rp 400.000. 
Meski demikian, bukan berarti Siti langsung mengaku. Dia tetap berkelit, dan mengatakan barang-barang tersebut miliknya.  Tak percaya dengan pengakuan Siti, Agustin pun memilih untuk membawa tersangka ke Polsek Kedungkandang. 
Di hadapan petugas, Siti juga masih berkelit tentang pencurian, serta barang bukti perhiasan. Namun petugas tak kehialangan akal dan terus mendesak tersangka. Alhasil, Siti pun mengakui perbuatannya. 
”Setelah berulangkali berkelit, tersangka kemudian mengakui jika dirinya melakukan pencurian uang milik korban,” terang perwira dengan satu melati di pundak ini. Pengakuannya, uang curian digunakan membayar utang, membeli perhiasan serta memenuhi kebutuhan sehari-hari. 
Sementara uang Rp 400 ribu yang ditemukan, diakui tersangka merupakan sisa  hasil curian. “Tersangka kami kenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Saat ini tersangka kami titipkan di rumah tahanan Polres Malang Kota,” tandas Suko. (ira/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :