Dampingi Siswa Ikut Karnaval, Tewas Mendadak

 
MALANG - Kegiatan karnaval peringatan HUT ke-73 RI, di lapangan Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Sabtu (25/8) siang mendadak gempar. Gara-garanya, Kamat, 56, seorang guru SMP Darmawanita di Desa Clumprit, Pagelaran,  mendadak jatuh terkapar tak sadarkan diri. 
Korban terkapar, ketika sedang mendamping peserta karnaval ini, dititik kumpul peserta di lapangan Desa Sumberejo, Gedangan. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Wonokerto, Bantur, namun nyawanya tak tertolong. Setiba di Puskesmas sudah dinyatakan meningggal dunia. 
"Dugaannya karena mengalami serangan jantung, akibat kelelahan. Apalagi pihak keluarga juga mengatakan korban memiliki riwayat sakit jantung," ujar Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Eka Yuliandri Aska. 
Diperoleh keterangan, korban adalah warga Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Gedangan. Sebelum jatuh pingsan lalu meninggal dunia, korban sedang mendampingi peserta karnaval dari desanya yang berkumpul di lapangan Desa Sumberejo. 
Acara karnaval tingkat kecamatan ini, diadakan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Sekitar pukul 11.05, ketika sedang mendampingi tiba-tiba korban terkulai lemas dan jatuh terkapar tak sadarkan diri. 
Samadi, kakak kandungnya yang kebetulan menjadi peserta karnaval langsung menghampiri. Kemudian meminta bantuan petugas medis yang standby di lokasi karnaval. 
Karena saat itu kondisinya kritis, korban segera dilarikan ke Puskesmas Wonokerto Bantur, dengan menggunakan ambulan Puskesmas Gedangan. Setiba di Puskesmas, dokter mengatakan kalau korban sudah tidak bernyawa lagi. 
Kejadian itupun langsung dilaporkan ke petugas Polsek Gedangan. Karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan, jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka. 
"Hanya visum luar di Puskesmas. Dari pemeriksaan di tubuhnya tidak ada bekas tanda kekerasan. Korban meninggal karena sakit jantung yang dialaminya," jelasnya. (agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :