Densus 88 Amankan Tiga Orang di Malang


MALANG – Densus 88 Anti Teror akhirnya benar-benar turun dan menggelar operasi silent di Malang, Selasa (15/5) . Tim ini bergerak di kawasan Kabupaten Malang. Ada tiga orang diamankan oleh tim polisi anti teror tersebut. Dua laki-laki sudah disebut sebagai terduga teroris, sedangkan satu perempuan masih belum disebut sebagai terduga.
Data yang dihimpun tim Malang Post di lapangan, Densus 88 pada Selasa dini hari mengamankan dua orang bernama Syamsul Arifin alias Abu Umar 35 tahun dan Wahyu Mega Wijayanti 40 tahun, di Perumahan Banjararum Asri BB nomor 9 RT 15 RW 11 Banjararum Singosari. Kemudian pada pagi hari kemarin, mengamankan Kristianto (41 tahun) di Jalan Raya Tenaga dusun Turirejo Kepuharjo Karangploso, tepatnya pukul 08.45 WIB.
Nah, penggerebekan terhadap rumah di Perum Banjararum sendiri terjadi pukul 02.00 WIB. Sekelompok polisi bersenjata lengkap, disebut menggedor-gedor rumah tersebut.
“Saya dengar suara keras dari seberang rumah. Saya di dalam, lalu mengintip dari dalam rumah. Saya lihat pintu rumah digedor-gedor oleh orang,” kata Fatmawati, 64 tahun, penghuni seberang rumah yang digerebek polisi, kepada wartawan kemarin.
Karena merasa takut, Fatmawati tidak berani keluar dan hanya mengintip saja. Suasana tegang yang terlihat dan terdengar di perumahan tersebut, berlangsung selama kurang lebih setengah jam. Sekitar pukul 02.30 WIB, petugas polisi meninggalkan lokasi. Garis polisi pun dipasang. Saat rombongan polisi bersenjata lengkap meninggalkan lokasi, warga baru berani keluar rumah untuk melihat keadaan kampung.
“Setelah mobil-mobil pergi, rumah depan saya masih digaris polisi. Saya sempat tanya, dan dibilang cuma patroli saja oleh pak polisinya,” kata Fatmawati.
Sekitar pukul 05.00 WIB, Fatmawati melihat garis polisi di depan rumah tersebut akhirnya dilepas. Menurut wanita yang tinggal bersama dua anak dan cucunya ini, Senin kemarin rumah tersebut masih berpenghuni.
Setelah kedatangan polisi, rumah diberi police line. Pintu rumahnya dipalang kayu. Dari pantauan Malang Post siang kemarin, pintu depan rumah tersebut mengalami kerusakan. Bagian gagang pintunya hilang dan ada dua sepeda motor terparkir di bagian belakang rumah.
Motor nopol AG 3727 MJ dan motor nopol N 3586 TBA dibiarkan begitu saja. Polisi berpakaian preman, berjaga di pos pengamanan sekitar lokasi penggerebekan. Menurut Fatmawati, rumah tersebut hanya dihuni oleh tiga orang. Yakni, satu pria yang disinyalir adalah Syamsul Arifin, satu wanita dewasa yang diduga adalah Wahyu Mega Wijayanti, serta satu remaja putri.
Menurut Fatmawati, keluarga ini benar-benar tertutup. Dia sendiri merasakan sikap anti sosial yang ditunjukkan keluarga tersebut. “Biasanya kan kalau jadi penghuni baru, pasti kenalan dengan tetangga, ini kok enggak. Keluarga ini sudah dua bulan jadi tetangga depan rumah saya. Tapi, sosialisasi saja gak pernah,” papar Fatmawati.
Dia mengaku pernah mencoba mengajak bicara keluarga tersebut, yakni Syamsul. Saat itu, Syamsul sedang mencabuti rumput di depan rumah. Fatmawati sedang menyapu. Dia berupaya menyapa dengan mengulurkan tangan. Namun, Syamsul hanya melihat Fatmawati dengan tatapan aneh.
“Setelah itu, dia tidak menjawab apa-apa, lalu pergi masuk ke dalam rumah,” aku Fatmawati. Selama dua bulan tinggal di kawasan itu, para perempuan di dalam rumah yang digerebek, jarang keluar rumah. Untuk berbelanja, tukang sayur dipanggil oleh penghuni rumah lewat jendela dan diminta mengantarkan belanjaan ke dalam.
Dari keterangan yang dihimpun, tiga orang tersebut, diamankan oleh petugas kepolisian. Syamsul dan Wahyu diamankan dan dibawa ke Mako Brimob Ampeldento. Sedangkan, remaja putri penghuni rumah ini, dibawa petugas ke kantor polisi di kawasan Kabupaten Malang untuk diamankan.
Syamsul disinyalir terduga teroris, yang tergabung dalam kelompok Romli yang tertangkap di Desa Ngijo Karangploso pada 19 Februari 2016. Kabid Humas Polda Jatim, Frans Barung Mangera membenarkan bahwa ada dua orang yang diamankan. Dari kedua orang dewasa yang diamankan di Banjararum, satu merupakan terduga teroris.
“Benar (ada penangkapan), suaminya (yang terduga teroris),” ujar Barung pendek, dikonfirmasi kemarin siang.
Barung juga membenarkan, ada penangkapan terhadap orang bernama Kristianto 41 tahun ber-KTP Jalan Sumbersari gang IV Lowokwaru. Dia diamankan tim Densus di Jalan Raya Tenaga dusun Turirejo Kepuharjo Karangploso pada pukul 08.45 WIB.
Dari pantauan Malang Post kemarin sore, rumah Kristianto di Jalan Raya Tenaga, dusun Turirejo, adalah rumah kontrakan. Yuniatun, 40 tahun tetangga depan rumah yang digerebek, mengatakan rumah tersebut berisi setidaknya lima orang. Yakni, seorang pria dewasa, satu perempuan dewasa, satu anak laki-laki dan dua anak perempuan.
“Setahu saya di dalam rumah itu ada 5 orang. Suami istri dan anaknya tiga,” kata Yuni. Menurutnya, selama lima bulan tinggal di rumah kontrakan ini, penghuni tidak pernah berinisiatif berkenalan maupun memperkenalkan diri kepada tetangga kanan kiri. Dia mengatakan, rumah tersebut digeledah polisi pada pukul 14.00 WIB kemarin.
Dari pantauan Malang Post, penggeledahan berakhir pukul 15.00 WIB dan dalam kawalan polisi bersenjata lengkap, baik berseragam maupun berpakaian preman. “Jam 2 siang sudah banyak polisi,” tutupnya.. (fin/tea/ica/ary/han)

Berita Lainnya :