Depresi, Terjun dari Jembatan


MALANG - Masyarakat sekitar jembatan Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kepanjen, Sabtu (20/4) malam geger. Warga heboh dengan aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan Aris Yuli Setiawan, warga Jalan HM Sun'an, Kelurahan Penarukan, Kepanjen.
Pemuda berusia 25 tahun tersebut, mencoba mengakhiri hidupnya dengan melompat ke sungai dari atas jembatan. Untung nyawanya masih bisa diselamatkan. Namun demikian, korban yang mengalami patah tulang dada kanan harus dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
"Saat ini korban masih dalam perawatan intensif. Kondisinya sudah mulai membaik," ujar Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo.
Peristiwa yang menggemparkan warga sekitar ini, terjadi sekitar pukul 18.30. Malam itu, korban pergi berboncengan sepeda motor dengan kakak kandungnya, Mifta Sofiayana, 30.
Tujuannya, berniat mengambil burung Love Bird di rumah temannya, di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kepanjen. Saat berangkat sama sekali tidak ada yang aneh. Mifta yang membonceng, sedangkan korban dibonceng.
Ketika di jembatan Tegaron, tiba-tiba korban turun dari motor. Dia langsung menuju jembatan dan berniat meloncat. Mifta, kakaknya yang mengetahui lantas menghalangi. Namun upayanya, tidak membuahkan hasil.
Mifta lantas berteriak minta tolong, hingga datang saksi Basuki, warga sekitar yang kebetulan melintas. Saksi langsung ikut menghalangi korban. Tetapi karena tenaga korban cukup kuat, mereka tidak berhasil.
Korban pun lantas melompat ke sungai dari atas jembatan. Untungnya saat melompat, tubuh korban tersangkut batang bambu. Lantaran takut, Mifta dan Basuki lantas meminta pertolongan warga lainnya.
Selanjutnya, melaporkan ke petugas Polsek Kepanjen dan PMI Kabupaten Malang. Tak lama kemudian, petugas datang untuk mengevakuasi korban. Selanjutnya, melarikannya ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
"Upaya korban mengakhiri hidupnya karena depresi. Korban selama ini mengalami sakit, namun tak kunjung sembuh," jelas mantan Kapolsekta Lowokwaru.
Menurutnya, dari keterangan pihak keluarga juga membenarkan bahwa korban kemungkinan mengalami depresi.
"Alasan korban mungkin karena tidak mau menjadi beban keluarganya, karena sakit yang dialaminya tersebut," tuturnya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :