Derita Diabetes, Badut Rajabali Gantung Diri


MALANG – Seorang pria paruh baya, bernama Ali, 53, warga Blitar diketahui meninggal dalam kondisi leher tergantung di jembatan sebelah barat ruko Jalan Semeru Gang IV Klojen, Minggu (21/4) pagi. Diketahui, pria ini adalah badut jalanan yang biasa mangkal di perempatan Kayutangan Rajabali.
Ali tergantung dengan sebuah sobekan kain sarung. Kejadian ini diketahui oleh seorang tukang parkir di Jalan Semeru. Ia lalu memberitahukan peristiwa itu ke Rohman Wahyudi, Ketua RW 09 Kelurahan Oro-Oro Dowo. Wahyudi mengaku kaget mendengar informasi tersebut. Ia mengaku masih nongkrong dengan korban hingga pukul 01.00 WIB di depan toko bakpia Mangkok.
“Kok pukul 05.30, sudah meninggal seperti itu,” ungkapnya. Peristiwa ini, tak urung membuat warga lainnya juga heboh dan mendatangi TKP. Petugas Polsek Klojen dan tim Inafis Polres Makota datang setelah menerima laporan dari warga. Mereka melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.
Saat ditemukan, dia menggunakan jaket warna merah dengan dalaman kaos, pakai celana warna hitam, posisi kaki menjuntai  tidak menyentuh tanah serta kedua tangan lurus ke bawah. Leher korban terlilit kain sarung bekas yang digunakan sebagi tali. Sarung ini diikatkan di kawat tiang listrik.
Roy Wijaya, tukang parkir Semeru Gallery menyebut, malam sebelum kejadian, dia sempat berbincang dengan korban. “Dia sempat bilang mau bunuh diri, saya pikir hanya bercanda,” tambahnya.
Setelah keterangan dikumpulkan, badut Rajabali Kayutangan yang bunuh diri ini ternyata menderita selama hidupnya. Dia diketahui menderita dua penyakit.
Kasubbag Humas Polres Makota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengungkapkan, setidaknya ada dua penyakit yang diderita korban. "Korban menderita penyakit diabetes dan sesak napas," kata, Marhaeni kepada Malang Post, Minggu siang.
Meski beralamat di Jalan BS Riadi, badut Rajabali ini disinyalir sering menggelandang di Kayutangan. Acapkali, dia tidur di emperan toko. "Jenazah korban dibawa ke KM RSSA Malang untuk penyelidikan," tambah Marhaeni.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :