Dewan Tersangka KPK Buka Mulut

 
Tujuh Anggota Dewan Diperiksa Bulan Lalu
Sumber lain Malang Post secara terang-terangan menjelaskan penyidikan lanjutan KPK dengan membidik tersangka baru. “Sudah dimulai bulan lalu. Ada tujuh orang yang dipanggil untuk diperiksa di Jakarta. Mereka sudah menjalani pemeriksaan kok, tapi masih sebagai saksi,” kata sumber tersebut. 
Untuk diketahui, kasus suap anggota DPRD Kota Malang ini telah menyeret 19 wakil rakyat Kota Malang. Pertama kali mantan Ketua DPRD Kota Malang, M Arief Wicaksono yang ditahan KPK, November 2017 lalu. Arief diduga menerima suap dari mantan Kepala DPUPPB Kota Malang Jarot Edy Sulistyono sebesar Rp 700 juta. Uang tersebut lalu dibagikan kepada sejumlah anggota dewan.
Kasus ini kemudian merembet ke 18 anggota DPRD Kota Malang dan Wali Kota Malang non aktif M. Anton.  Sejak Maret lalu KPK menetapkan 18 anggota dewan dan Anton sebagai tersangka. 
Kuasa hukum anggota DPRD Kota Malang Dr Solehoddin SH MH yang dikonfirmasi kemarin sore tak menampik sejumlah informasi yang diperoleh Malang Post itu. “Memang sebagian klien sudah mengaku dan mengembalikan uang itu. Istilahnya bukan pokir ya, tapi THR. Karena saat itu Pak Arief (Arief Wicaksono) memberikan uang dengan sebutan THR,” ungkap Solehoddin. 
Ia menyebutkan, sebagian kliennya mengembalikan uang sebesar yang diterima, di antaranya Rp 12,5 juta dan Rp 15 juta. 
Pengacara yang juga dosen ini mengungkapkan kembali bahwa kliennya juga menuntut keadilan. Yakni  pemeriksaan kepada anggota dewan lainnya. Hal ini dikatakannya saat Malang Post menanyakan apakah kliennya sempat mengaku bahwa masih ada anggota dewan lain yang juga terima suap. “Memang ada sebagian klien yang menuntut pemeriksaan semua anggota dewan lain,” kata dia. 
Namun  Solehoddin mengaku tak mengetahui kliennya bernyanyi kepada penyidik KPK. 
“Karena pengakuan itu dilakukan saat pemeriksaan dengan penyidik dan ketika itu kuasa hukum tidak mendampingi,” ungkapnya.  
Solehoddin menambahkan, usai Lebaran proses penyidikan akan dilanjutkan dalam proses persidangan. Di mana anggota dewan tidak lagi akan menghuni rutan KPK dan akan dipindahkan untuk mengikuti proses persidangan di PN Tipikor Surabaya. 
Sampai berita ini diturunkan, KPK belum merespon konfirmasi Malang Post.  Pesan Whatsapp Malang Post kepada Ketua KPK Agus Rahardjo belum dibalas. Begitu juga 
Wakil Ketua KPK seperti Basaria Panjaitan, Saut Situmorang dan Alexander Marwatta belum menjawab konfirmasi Malang Post.  
Sementara Plt Pimpinan DPRD Kota Malang, Soni Yudiarto membantah nyanyian anggota dewan yang sedang ditahan KPK. “Tidak benar itu (terima suap),” jawabnya singkat saat dihubungi Malang Post. (ica/van/han)

Berita Lainnya :