Didampingi Orangtua, Sembilan Anak Diperiksa


MALANG – Polres Malang Kota memanggil saksi untuk mencari keterangan terkait kasus dugaan pelecehan seksual dengan korban siswi SDN Kauman 3 Malang. Sabtu kemarin, ada sembilan saksi yang diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Makota.
Sembilan saksi itu diperiksa untuk membuka keterangan soal informasi dugaan cabul yang dilakukan oleh oknum guru olahraga berinisial IS, 59, warga Jalan Ade Irma Suryani. Dua korban yang menjadi pelapor pertama kasus ini, membuka jalan bagi Polres Makota untuk terlibat dalam pengungkapan kasus.
Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna merinci, sembilan saksi yang dipanggil, adalah para siswi yang diduga mengetahui kejadian pelecehan secara langsung. “Sembilan saksi adalah anak-anak, mereka didampingi orangtuanya saat diperiksa. Mereka berusia dari kelas 3 SD,” kata Komang kepada wartawan dikonfirmasi Sabtu (16/2) kemarin.
Polisi terus menggali petunjuk untuk mengungkap kejahatan predator anak ini. Jika ditotal, maka pemeriksaan sudah mencapai 13 saksi. Selain anak-anak, guru, kepala sekolah dan komite, serta dua pelapor sudah diperiksa polisi terlebih dahulu. Komang menyebut, ada indikasi bahwa kejahatan itu terjadi di saat suasana sedang sepi, atau orang lain di lingkungan sekolah, lengah.
“Sementara belum ada orang lain, yang secara langsung, kasat mata, mengetahui dugaan tersebut. Tapi, indikasi sudah ada yang mengarah ke sana (pelecehan seksual),” ujar Komang.
Proses pengungkapan masih terus berlangsung. Berbagai jalan dilalui penyidik untuk membuka selebar-lebarnya kebenaran dari kasus ini.
Menurut Komang, hasil pemeriksaan saksi, laporan korban dan hasil visum, akan dipadukan untuk memulai gelar perkara. “Akan kami lakukan gelar perkara, setelah hasil visum keluar dan dipadukan dari keterangan saksi-saksi, akan ditentukan langkah penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Seperti diketahui sebelumnya, SDN Kauman 3 Malang geger setelah seorang oknum guru olahraga dilaporkan ke Polres Malang Kota karena diduga melecehkan siswinya. Dua puluh siswi diduga menjadi korban, namun hanya dua yang berani mengadu ke polisi, dan satu yang melaporkan kejadian secara resmi ke Polres Makota. (fin/udi)

Berita Terkait