Didor Petugas, Digendong Menuju Sel Tahanan

 

 
MALANG – Aparat Polres Malang memberi warning bagi siapapun penjahat jalanan yang berani beraksi di wilayah Kabupaten Malang. Buktinya, terduga pelaku penjambretan Gondanglegi, tersungkur ditembak polisi setelah terjadi penangkapan di Surabaya pada Sabtu malam lalu. Pelaku yang tertembak, digelandang ke Polres Malang bersama satu pelaku komplotannya.
Adalah pria bernama Heri alias Kamin, 40, warga Desa Sukolilo, Wajak Kabupaten Malang yang dibedil di bagian kaki kanan. Sedangkan, Andi Wijayanto, 28, warga desa Pamotan, Dampit, diborgol di rumahnya berkat penyelidikan tim buser Satreskrim Polres Malang. Minggu siang, Kamin tampak digelandang oleh petugas polisi berpakaian preman menuju ruang sel tahanan.
Karena kakinya yang tertembus peluru, Kamin tak bisa berjalan. Sehingga, dia digendong punggung oleh Andi dalam kawalan petugas. Heri, merupakan pelaku yang mengacungkan celuritnya untuk mengancam Sarifah, 54, yang dijambret di Jalan Raya Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, pada Rabu, 18 Juli lalu.
Sedangkan, Andi disebut-sebut sebagai seorang residivis jambret tahun 2014 yang menjalankan aksinya di kawasan Dampit. “Informasinya, pelaku adalah residivis,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, beberapa waktu lalu. 
Dalam tempo yang terhitung singkat yakni tiga hari, Polres Malang berhasil mengungkap tuntas kejahatan jalanan ini.
Kronologi peristiwanya, Andi sebagai pengendara motor Suzuki Satria FU, membonceng Heri untuk menjambret korban di pinggir jalan Rabu pagi hari. Aksi ini terekam CCTV. Saat mendekati korban, Heri turun dari kendaraan, lalu menghunuskan celurit serta berupaya merebut kalung perhiasan korban.
Kalung emas seberat 15 gram ini, dirampas hingga korban terseret dan terdorong. Korban jatuh saat pelaku merampas kalung. Begitu pelaku kabur, korban berteriak jambret dan meminta tolong kepada warga sekitar. Sampai saat ini, Polres Malang masih melakukan penyidikan tuntas untuk kelengkapan berkas dan pengumpulan barang bukti.
Tindakan kedua pelaku, memenuhi unsur pencurian dengan kekerasan (curas) dalam pasal 365 KUHP. Ancaman hukuman maksimal tindak pidana curas adalah 12 tahun penjara. (fin/mar/jon)