Ditabrak Backhoe 45 Ton, 4 Mahasiswa Selamat

Sebabkan Macet di Beberapa Titik
Kasat Lantas Polres Batu, AKP Ary Galang Saputro mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut. “Kita masih melakukan identifikasi untuk mencari penyebab kecelakaan, sementara keterangan sopir karena rem blong,” ujarnya.
Polisi juga mendalami, kenapa truk ini berjalan di masa larangan beroperasi terkait dengan peringatan hari Natal dan Tahun baru. Akibat kecelakaan ini, menyebabkan kemacetan arus lalin pada beberapa tempat. “Kita sudah berkoordinasi dengan Polres Malang dan Polres Malang Kota untuk pengalihan arus, agar mereka melakukan pengalihan arus,” ujar kasat. Selain itu, Lantas Polres Batu juga menutup arus lalin di jalur utama dari arah Jl Pattimura yang akan menuju ke Dadaprejo .
Akibatnya terjadi crowded di beberapa titik jalan, seperti Jl Dewi Sartika, Jl Oro Oro Ombo. Kepadatan juga terlihat di Jalan Raya Karangploso, Jl Soekarno, begitu juga dengan jalur alternatif di Wukir Temas, karena separuh jalan dipergunakan untuk pesta pernikahan. 
Meski demikian, polisi terus berusaha mengurai arus lalin untuk mengantisipasi kemacetan, hingga tidak ada kemacetan total. Sementara itu polisi kesulitan untuk mengangkat backhoe seberat 45 ton tersebut. Derek yang ada tidak mampu untuk mengangkat, sementara untuk dijalankan secara manual, tidak memungkinkan karena ada  beberapa perangkat yang rusak.
 “Tadi sudah dicoba derek gagal, dicoba menjalankan manual dengan mendatangkan operator backhoe juga tidak bisa, karena ada instrumen yang rusak, tidak ada pilihan selain mendatangkan crane dari Surabaya, ini kita masih menunggu,” ujar petugas. Hingga berita diturunkan backhoe masih melintang di separuh jalan. Sementara truk sudah bisa dievakuasi sejak pukul 08.00, hingga separuh jalan bisa terbebaskan.
Di tempat terpisah, Tagana Kota Batu melakukan pertolongan terhadap istri dan anak-anak Imam. Selama ayahnya menjalani pemeriksaan polisi, mereka dirawat dan diberikan terapi oleh Tagana. “Kita tangani anak-anak, agar tidak trauma, selain itu kami berikan juga kebutuhan makan dan lainnya,” ujar Simon Purwoali, Tagana Kota Batu.

Musibah Jelang Hajat Pernikahan
Abdul Salam, Lurah Dadaprejo mengatakan pihaknya melakukan pendataan kerusakan yang dialami warga. Ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. “Kita data kerusakan yang ada, setelah itu kita koordinasikan dengan instansi yang berwenang menanganinya,” ujar Abdul Salam.
Seperti dialami Gayon Sunarto. Seluruh teras rumahnya hancur, padahal teras yang terbuat dari gavalum ini baru dipasang dua hari lalu. “Tanggal 3 Januari kebetulan ada hajat pernikahan anak saya, karena itu kita pasang pagar dan teras gavalum, kerugiannya kurang lebih Rp 50 juta-an,” ujarnya.
Kecelakaan ini juga mengakibatkan listrik di sekitar tempat kejadian perkara padam, sebab travo gardu dua tiang ukuran 180 KVA ikut meledak. “Travo ini untuk pelanggan umum, khususnya di wilayah Dadaprejo, kita ganti travonya karena sudah tidak bisa digunakan lagi, kita juga mengganti beberapa tiang,” ujar Mastri, pengawas K3 PLN.
Penggantian ini memang dimungkinkan menyebabkan sebagian besar aliran listrik di Kota Batu padam, namun pihaknya berusaha agar hal tersebut tidak sampai terjadi. Terlebih penggantian travo tidak cukup hanya satu hari perbaikan saja. Sementara waktu PLN akan mendatangkan travo mobil sebagai pengganti, agar listrik bisa normal seperti biasa. (dan/han)

Berita Lainnya :