Dua ABG Nyaris Dihajar Massa

 
MALANG - Dua anak baru gede (ABG) berinisial AMD, 17, warga Jalan Sawojajar Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan YKF, 17 warga Jalan Warinoi Kecamatan Blimbing Kota Malang harus berurusan dengan pihak kepolisian. Keduanya diduga telah melakukan aksi penjambretan sehingga harus ditahan di penjara.
Keduanya ditangkap petugas Polsek Lowokwaru setelah mencuri handphone milik seorang perempuan di Simpang lima Traffic Light, Jl Veteran Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Senin ( 27/8) lalu.
Kapolsek Lowokwaru Kompol Pujiono mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.30. Saat itu korban berinisial WY, 33 warga Jalan Widas Kecamatan Blimbing Kota Malang sedang mengendarai sepeda motor dan melintas di simpang lima tersebut. Korban yang diketahui merupakan dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang itu merasakan ada motor yang mendekati dirinya ketika berhenti di traffic light.
Kemudian, korban merasakan, ada seseorang yang membuka resleting tas punggung yang dipakainya. Merasa curiga, korban akhirnya mengintip melalui kaca spion. Benar saja, ada seseorang yang ternyata membuka tas miliknya.“Mengetahui hal tersebut, korban spontan berteriak minta tolong. Saat itu, ada anggota Lantas Polsek Lowokwaru yang melakukan patroli dan pengaturan jalan pada pagi hari. Oleh anggota dibantu oleh warga, pelaku langsung ditangkap,” papar dia.
Warga yang mengetahui nyaris menghajar kedua pelaku yang masih ABG itu. Namun petugas kepolisian lebih sigap. Untuk menghindari amuk warga yang sudah murka, pelaku langsung dibawa petugas ke Polsek Lowokwaru bersama barang bukti HP korban dan motor pelaku. Pelaku pun dimintai keterangan lebih lanjut. 
"Tapi karena pelakunya masih di bawah umur, selanjutnya kami limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Kota. Kami juga mengimbau kepada masyarakat, untuk terus waspada setiap waktu. Warga juga jangan segan melapor ke polisi jika memang melihat hal-hal yang mencurigakan," tandasnya. (tea/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :