Dua Pelaku Pecah Kaca Dibekuk


MALANG - Komplotan maling dengan modus pecah kaca, sempat memakan beberapa korban di Kota Malang. Pelaku sekaligus penadahnya, kini  sudah diamankan di Polres Malang Kota.
Pelakunya, Herianto, 25, asal Kota Tangerang, Banten. Modus operandi yang dilakukan dengan  melempar batu ke kaca kendaraan roda empat yang diparkir. Ketika kacanya pecah, pelaku mengambil barang berharga di dalam mobil tersebut. Salah satu korban yang diketahui adalah Amelia, 33, warga Kelurahan Bandungrejosari, Sukun.
"Kepepet, saya ambil batu yang ada di pinggir jalan langsung saya lempar ke kaca depan," ujar Herianto saat ditanyai Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri dalam rilis yang digelar Jumat (14/9).
Ketika ditanya, Herianto mengaku baru pertama kali melakukan tindakan melanggar hukum itu. Sementara, berdasarkan pengembangan, pelaku sudah melakukan kejahatan sebanyak enam kali.
Dalam rilisnya, Asfuri mengungkapkan, Polres Malang Kota mendapat laporan kejadian pencurian dengan modus pecah kaca pada 10 Juli 2018 lalu.
"Jadi Satreskrim Polresta Malang berhasil mengungkap pencurian dengan pemberatan dengan modus pecah kaca. Kejadian ini berlangsung di Jalan S Supriadi, Kecamatan Sukun, tepatnya di depan fotokopi Modern," ungkap dia.
Siang itu sekitar pukul 14.30 WIB, korban memarkir mobilnya di tepi jalan dalam kondisi semua kaca mobil tertutup. Tak berselang lama ketika masih memfotokopi sejumlah dokumen, alarm mobil korban berbunyi.
"Tiba-tiba bunyi alarm, ternyata kaca depan pecah. Barang berharga berupa handphone diambil," ujar dia.
Menurut Asfuri, tindakan yang dilakukan Herianto tergolong cepat. Saat alarm berbunyi dan korban mendatangi mobilnya, pelaku sudah menghilang bersama barang curiannya.
"Alarm bunyi, sudah raib. Lamanya waktu beraksi saat ini masih kami dalami, tetapi tampaknya tidak sampai lima menit," terang dia.
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, Rabu (28/8) lalu tim Satreskrim Polres Malag Kota juga menangkap Heryanto di daerah Kabupaten Lumajang. Ia diamankan beserta barang bukti dan juga motor yang digunakan dalam aksi pencurian itu.
"Saat di lokasi penangkapan, tim melakukan pengembangan dan turut menangkap penadah barang curian itu," kata dia.
Penadahnya, Eko Setiawan, 35, warga Lumajang. Keduanya dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
Pada kesempatan tersebut, Asfuri juga mengimbau kepada masyarakat Kota Malang supaya berhati-hati ketika memarkir kendaraannya. "Jangan tinggalkan barang-barang berharga di dalam kendaraan," tandas dia.(tea/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :