Edan, Hamili Anak Tiri


MALANG - Biadab! Kata itu setidaknya pas untuk Ali Muchtar, warga Dusun Pohkecik Desa Sukolilo Kecamatan Wajak. Pria berusia 60 tahun ini tega menyetubuhi anak tirinya. Sebut saja namanya Bunga, 22.
Korban disetubuhi sebanyak lima kali pada bulan September 2018 lalu. Akibat perbuatan bejat ayah tirinya tersebut, korban kini hamil tujuh bulan. Sementara tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan meringkuk di balik rutan Mapolres Malang, sejak Rabu (24/4).
"Tersangka kami tangkap di rumahnya. Penangkapannya setelah ada laporan dari keluarga korban, dan bukti visum dari rumah sakit," ujar Kanit PPA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.
Diperoleh keterangan, tersangka merupakan warga asli Jalan Suropati, Desa/Kecamatan Wajak. Kemudian pada pertengahan 2017 lalu, tersangka menikah dengan ibu korban. Pernikahan kedua ini, setelah tersangka berstatus duda lantaran istrinya meninggal.
Setelah menikah tersangka tinggal di rumah istri keduanya di Dusun Pohkecik, Desa Sukolilo, Wajak. Dia juga tinggal bersama dengan tiga anak tirinya, salah satunya adalah Bunga. Sekitar setahun usai pernikahan kedua, tersangka ditinggal istrinya (Ibu korban, red) merantau ke Malaysia, untuk bekerja sebagai TKW. Selama ditinggal itulah tersangka merasa kesepian. Tersangka tega menyetubuhi Bunga, yang diketahui mengalami keterbelakangan mental.
Perbuatan bejat itu dilakukannya pada bulan September 2018. Selama sebulan itu, tersangka menyetubuhi sebanyak lima kali pada malam hari.
"Saya tidak memaksa atau mengancam. Pertama kami tidur bareng, karena diam saja saat saya peluk akhirnya saya setubuhi. Saya khilaf," ucap tersangka Ali Muchtar.
Perbuatan bejat Ali Muchtar terbongkar, setelah keluarga curiga dengan perubahan tubuh Bunga. Pasalnya, bertambah hari perutnya semakin membuncit. Karena curiga, keluarga lantas memeriksakan ke bidan desa.
Hasil pemeriksaan diketahui kalau korban sedang hamil tujuh bulan. Ketika tahu hamil, korban semula tidak mau berterus terang siapa yang menghamilinya lantaran takut dengan tersangka. Korban sempat, menuduh seorang tetangganya.
Namun setelah didesak oleh keluarganya, korban baru mulai buka suara. Bahwa janin yang dikandungnya adalah perbuatan bejat ayah tirinya. Dari pengakuan itulah, akhirnya pihak keluarga melaporkannya ke Polres Malang. "Saya akui memang salah. Saya khilaf saat melakukannya itu. Sebab selama ini memang kesepian setelah ditinggal istri bekerja," ucap tersangka Ali Muchtar.(agp/lim)

Berita Terkait