Halal Bihalal, SD IT Ahmad Yani Dibobol Maling


MALANG - SD IT Ahmad Yani geger. Rabu (17/7), sekolah yang terletak di Jalan Kahuripan Kecamatan Klojen Kota Malang ini dibobol maling. Pelaku pencurian masuk di tengah kondisi sekolah sedang kosong. Aksi pelaku juga sempat terekam kamera CCTV itu menyikat laptop serta uang tas berisi uang Rp1,2 juta.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Keagamaan dan SDM, Muflihun mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.55. Saat itu, seluruh guru dan karyawan sedang mengikuti kegiatan Halal Bihalal tenaga pendidik se-Kecamatan Klojen. “Acara tersebut di selenggarakan di masjid. Posisi ruang guru memang sedang sepi dan tidak ada orang,” jelasnya.
Meski demikian, ruangan tersebut ditinggalkan dalam keadaan tertutup. Namun memang tidak terkunci. “Ketika itu, kami sedang fokus acara. Sehingga tidak menyadari kalau ada yang masuk. Ruangan ini memang sehari-hari digunakan sebagai ruang tamu,’’ paparnya.
Ketika sedang sepi, situasi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk masuk ke dalam ruang guru. Di sana, pelaku mengambil laptop seorang guru dan tas karyawan TU yang berisi uang sebesar Rp 1,2 juta dan surat-surat penting lainnya.
“Jadi, pelaku mendatangi salah satu meja yang hanya ada tas saja. Setelah mengambil tas, ia ke meja sebelahnya, dimana ada sebuah laptop. Kemudian, laptop dimasukkan tas dan dibawa pergi,” urainya.
Peristiwa tersebut terungkap lantaran seorang Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum yang bernama Ida dan satu staf TU yang bernama Sony merasa kehilangan barang-barangnya. “Ketika lama dicari tidak ketemu, kami berinisiatif untuk melihat rekaman CCTV. Ternyata, benar saja, ada yang mencuri,” terangnya.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku juga sempat masuk ke ruangan kepala sekolah, namun tidak mengambil barang apapun. Dari hasil pantauan CCTV, pelaku memiliki ciri-ciri bertubuh tinggi dan berparas rupawan. “Ia juga menggunakan baju lengan pendek berwarna hijau dan celana hitam,” kata dia.
Lebih lanjut, Muflihun mengungkapkan, sekitar pukul 12.00 , pihaknya langsung menuju Polsek Klojen untuk melaporkan kejadian tersebut. “Kami sudah datang ke Polsek Klojen. Di sana, rekaman CCTV juga sudah kami serahkan. Guru yang kehilangan laptop juga sudah diminta untuk melengkapi berkas-berkas. Mudah-mudahan segera terungkap,” tandas dia.
Sementara itu, Kapolsek Koljen Kompol Budi Harianto menambahkan, hingga berita ini diturunkan, ia masih belum menerima laporan dari anggotanya. “Mohon maaf, saya selama seharian ada kegiatan pembinaan dan sekolah-sekolah. Kalau memang sudah laporan, mohon doanya supaya segera tertangkap,” tandas dia.(tea/lim)

Berita Terkait