Hewan Buas Serang Ternak Tutur


PASURUAN – Pemilik hewan ternak di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Nongkojajar, Pasuruan kini sedang resah. Penyebabnya, sudah beberapa hari ini ditemukan hewan ternak yang mati dengan kondisi mengenaskan.
Banyak hewan ternak milik warga yang mati dengan tanda bekas gigitan.  Sejauh ini sudah ada delapan ekor kambing yang ditemukan mati. Kedelapan hewan ternak itu milik Saruwi, 50, warga Dusun Taman, Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur.
Kambing yang tewas, masing-masing didapati luka tercabik di sejumlah bagian tubuhnya. Kejadian tersebut diketahui pemiliknya pada Senin (21/1) sekitar pukul 05.00. Kontan pemilik ternak hewan lainnya, kini waswas.
“Delapan kambing yang tewas tersebut milik warga kami, diduga serangan binatang buas pada dini hari. Baru diketahui pagi harinya,” ucap Kades Kayukebek Fais Kamtono. Untuk lokasi kejadiannya sendiri di dalam kandang yang berada di tengah-tengah lahan kebun apel.
Jaraknya jauh dari permukiman warga, sekitar 1,5 kilometer. Kemudian di sekeliling kadang kambing ini, jaraknya berdekatan dengan hutan yang ada di Desa Kayukebek. “Pagi harinya di hari yang sama, bangkai delapan kambing tewas ini langsung dikubur oleh pemiliknya dan dibantu warga lain,” katanya.
Meskipun dugaan kuat matinya delapan kambing ini diakibatkan serangan binatang buas, insiden itu kini menjadi perhatian warga. Termasuk dari muspika setempat. Beberapa waktu lalu, muspika juga turun ke lapangan guna melihat sekaligus memeriksanya.
“Karena jumlah kambing yang tewas banyak, warga lapor ke muspika termasuk kami di mapolsek. Jika dilihat dari luka dan jejak yang ada, serta kondisi kandang, matinya delapan kambing diserang binatang buas,” beber Kapolsek Nongkojajar AKP Akhmad Sukiyanto.
Pascakejadian ini, pihaknya beserta Muspika Tutur mengimbau warga yang memelihara hewan ternak jauh dari permukiman harus ekstra hati-hati. “Sudah kami imbau, sebaiknya kandangnya ditaruh dekat rumah. Agar mudah pengawasannya dan lebih aman,” ucapnya. (rb/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :