Hilang Tiga Hari, Tewas di Sungai


MALANG – Warga Dusun Bantur Timur, Desa Bantur Kecamatan Bantur heboh. Jumat pagi kemarin, sesosok mayat ditemukan tersangkut di antara bebatuan sungai Kedung. Jenazah ini diketahui bernama Adi, 36, warga Dusun Bantur Timur, RT 42 RW 09 Kecamatan Bantur. Dia dilaporkan hilang sejak Rabu, sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa ini diawali dari hilangnya sosok Adi dari lingkungan rumahnya sejak hari Rabu, 6 Maret 2019 lalu. Karena tidak pulang-pulang, pihak keluarga berupaya mencari, tapi tidak ketemu. Selama tiga hari, masyarakat Dusun Bantur Timur juga mengetahui berita orang hilang ini.
Setelah informasi orang hilang beredar, pada Jumat pagi kemarin, pukul 08.00, Sueb, 45, menyusuri sungai Kedung. Dia lalu melihat sesuatu di antara bebatuan di pinggir sungai Kedung. Saat mendekati area tersebut, dia kaget karena melihat gundukan yang ternyata mayat. Dia langsung memberitahu Zaini, saksi mata lainnya.
Begitu dipastikan bahwa benda di antara bebatuan itu adalah mayat manusia, mereka berdua melaporkan ini kepada Zaenal Arifin dan meneruskannya ke Polsek Bantur. Kapolsek AKP Yatmo SH bersama jajarannya, langsung meluncur ke lokasi begitu menerima laporan tersebut. Bersama Koramil dan tim medis, petugas kepolisian melakukan olah TKP dan identifikasi.
Yatmo memastikan, jenazah yang ditemukan di antara bebatuan ini, diidentifikasi sebagai Adi, pemulung yang hilang selama tiga hari dari kawasan Dusun Bantur Timur. Tak hanya melakukan identifikasi, petugas melakukan olah TKP, serta membuat kronologi kejadian berdasarkan kondisi fisik korban.
Di bagian dahi dan kepala belakang, mengalami luka sedalam dua sentimeter. Sedangkan, dagu, leher dan sekujur tubuhnya, terdapat luka lecet. “Tim medis, memastikan, luka tersebut karena hantaman benda tumpul berupa batu, yang terdapat di sepanjang sungai Kedung. Begitu juga, luka lecet di sekujur tubuhnya, adalah akibat gesekan dengan bebatuan sungai,” ujar Yatmo.
Diduga, korban terbawa arus air saat menyusuri kawasan sungai Kedung. Dia lalu terjatuh, kepalanya terantuk batu hingga tewas. Mayatnya, terbawa arus sungai hingga akhirnya ditemukan saksi tiga hari kemudian. Ketika ditemukan saksi, korban dalam kondisi telanjang tanpa busana.
Saat dievakuasi dan hendak dibawa ke KM RSSA Malang untuk visum, pihak keluarga keberatan. Mereka menganggap hal ini sebagai musibah, dan tidak berkenan jenazah korban diotopsi. Hal ini dituangkan dalam surat pernyataan yang diserahkan kepada Polsek Bantur. Kesehariannya, korban dikenal sebagai seorang yang sering memulung dan menggelandang di sekitar kampung.(fin/lim)

Berita Terkait