Ini, Rombongan Tersangka Baru Dewan


MALANG - Pengusutan kasus dugaan korupsi DPRD  Kota Malang memasuki babak lanjutan. Selasa (28/8) sore KPK mengirim surat panggilan sekaligus penetapan tersangka kepada sejumlah anggota dewan.
Sumber resmi Malang Post tadi malam mengatakan, terdapat tujuh tersangka baru anggota DPRD Kota Malang. Enam di antaranya ada dalam satu surat perintah penyidikan (sprindik). Yakni bernomor  Sprin.Dik/114/DIK.00/01/08/2018 .Tanggal terbit sprindik pada 24 Agustus 2018 lalu. Namun baru kemarin sore diserahkan ke gedung DPRD Kota Malang.
Dalam sprindik yang diterima Malang Post tertulis, ‘Pemberitahuan bahwa pada hari Jumat tanggal 24 Agustus 2018 telah mulai dilakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh tersangka Imam Ghozali, tersangka Asia Iriani, tersangka Indra Tjahyono, tersangka  Een Ambarsari dan tersangka Bambang Triyoso yang masing-masing selaku anggota DPRD Kota Malang Periode 2014-2019 dan kawan-kawan yaitu menerima hadiah atau janji Pembahasan APBD-P Pemkot Malang.’
Namun, selain sprindik tersebut, tadi malam beredar kabar mengejutkan. Tentang jumlah sprindik. “Informasinnya ada empat sprindik. Masing-masing terdapat enam orang anggota dewan,” kata tiga  sumber resmi Malang Post. Hanya saja mereka menolak menyebutkan isi sprindik itu.    
Sumber lain Malang Post menyebutkan, bakal ada rombongan tersangka baru yang terdiri dari anggota DPRD Kota Malang.  “Jumlahnya sekitar belasan. Tapi ya bisa juga 24 orang. Kita tunggu saja pengumuman resmi KPK,” jelasnya sembari meminta identitasnya dirahasiakan.
Hanya saja berbagai informasi yang berseliweran itu belum terkonfirmasi. Namun kabar tersebut membuat deg-degan. Malang Post mencoba untuk mencari tiga sprindik lain yang disebut berisi nama-nama anggota dewan hingga pukul 00.30 semalam, namun belum mendapatkan bukti tersebut.  
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Letkol (Purn) Suparno HW tadi malam mengaku menerima surat dari KPK. “Saya terima suratnya tadi (kemarin) sore. Isi surat dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan di Polres Malang Kota, Sabtu 1 September,” jelasnya sembari mengatakan sejak sore sampai tadi malam ia berada di rumah. “Tidak ada penggeledahan,” sambung dia.
Dalam surat  KPK bernomor SPPGL/4949/dik/0100/23/2018 itu, Suparno diminta menjadi saksi untuk tersangka Drs Ribut Harianto MM dkk. “Semoga tidak ada apa-apa ya,” kata pria ramah ini.   
Dikonfirmasi semalam, Plt Pimpinan DPRD Kota Malang Abdurrachman membenarkan adanya surat dari KPK. “Iya, memang ada surat masuk,” ungkap Abdurrachman saat Malang Post menanyakan surat panggilan terhadap anggota DPRD Kota Malang.
Akan tetapi, politisi PKB ini enggan memberikan komentar lebih detail. Ia hanya mengaku mengetahui adanya surat dari KPK.
Pengakuan terkait datangnya surat paling ditakutkan dari lembaga antirasuah itu juga diakui
Plt Pimpinan DPRD Kota Malang Choeroel Anwar. Ia mengungkapkan dirinya telah mendapatkan surat perintah datang dalam pemeriksaan di Polres Malang Kota.
“Iya tanggal 1 ini (1 September 2018, red) saya dipanggil ke Polres Malang Kota. Dipanggil sebagai saksi,” ujar Choeroel kepada Malang Post  tadi malam.
Meski begitu ia tidak menerangkan apakah status dirinya dipanggil sebagai saksi juga berkaitan dengan penetapan tersangka pada dirinya atau tidak. Politisi Partai Golkar ini memastikan akan memenuhi panggilan tersebut sebagai orang yang taat proses hukum.
Ia juga enggan memberikan keterangan soal bersama siapa saja akan menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota. “Ya nanti sajalah pasti tahu sendiri. Yang jelas saya jadwalnya jam 10-an datang diperiksa,” paparnya.
Sekretaris DPRD Kota Malang Bambang Suharijadi mengatakan adanya surat panggilan dari KPK untuk anggota dewan.  “Tidak tahu jelas. Panggilan ke saya selaku Sekwan memang ada di kantor, belum baca juga secara detail,” kata Bambang.
Sampai berita ini diturunkan, KPK belum memberi konfirmasi. Malang Post sudah meminta konfirmasi kepada Ketua KPK Agus Raharjo via WhatsApp. Namun orang pertama di KPK itu belum memberikan jawaban.
Sejumlah anggota dewan yang namanya tertera dalam sprindik KPK sebagai tersangka belum memberi jawaban saat dikonfirmasi tadi malam. Indra yang dihubungi Malang Post pukul 20.32 WIB lewat sambungan telepon ke nomor 081143xxxx mengaku belum menentukan langkahnya terkait sprindik KPK itu. “Belum tahu, besok-besok saja. Saya masih masang bendera untuk partai,” ujar Indra, sembari buru-buru menutup sambungan telepon.
Sementara, tiga anggota DPRD Kota Malang yang namanya disebut dalam sprindik KPK tak menjawab upaya konfirmasi Malang Post. Nomor telepon Bambang Triyoso masih terdengar nada panggil, tapi panggilan Malang Post tak diangkat. Hal senada juga terjadi pada upaya konfirmasi yang dilakukan  kepada Een Ambarsari. Sedangkan dua nomor ponsel Imam Ghozali di 0813356xxxx dan 0812335xxxx  juga tidak ada yang aktif. (ica/fin/van/han)

Berita Lainnya :