Istri Doyan Utang


MALANG – Kegagalan mengelola uang adalah kunci kehancuran rumah tangga. Setidaknya itu yang terjadi dan dialami oleh Ronald, 45, saat menjalani pernikahan bersama Amel, 32. Ronald sudah menyerahkan semua gajinya, tapi bagi Amel gaji itu tak cukup untuk menghidupi keluarganya.
Ronald menikahi Amel pada tahun 2006, dan tinggal di Kota Malang selama 10 tahun. Selama pernikahan, mereka diberi dua orang anak. Dua tahun pertama, pernikahan mereka berjalan lancar. Tapi, memasuki tahun 2008, rumah tangga ini bergoyang. Amel mulai menuntut lebih dari Ronald.
Padahal, Ronald telah menyerahkan seluruh gaji bulanannya, Rp 2,8 juta untuk dikelola oleh Amel. Tapi, Amel tetap tidak puas. Sehingga, dia gemar berutang tanpa izin Ronald. Akibatnya, Ronald harus bekerja jauh lebih keras, untuk mencari tambahan demi menutupi defisit yang terjadi karena utang.
Selain itu, Amel gemar sekali pergi tanpa izin, yang berakibat penelantaran suami dan anak-anak di rumah. Karena situasi seperti ini, pertengkaran sering terjadi. Sebelum akhirnya, Ronald dan Amel berpisah. Amel minggat setelah sebuah pertengkaran karena urusan finansial. Dia tak lagi pernah kembali ke rumah yang ditinggali bersama Ronald.
Setelah tiga tahun berpisah, Ronald akhirnya mengajukan permohonan talak cerai ke Pengadilan Agama Malang. Dalam persidangan, Amel tidak pernah hadir. Sehingga, Drs H Isnandar MH sebagai ketua majelis hakim, mengabulkan talak satu Ronald secara sepihak.(fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :