Jambret Babak Belur Dimassa


MALANG – Amuk massa yang gerah terhadap pelaku penjambretan kembali terjadi. Kali ini, dua orang pelaku jambret yang beraksi di depan Balai Desa Talok, Kecamatan Turen, babak belur dihajar warga, Minggu (29/7). 
Kedua pelaku yakni, Rohman, 42,  warga Desa Kidal, Kecamatan Tumpang dan Irwanto, 36, warga Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo. Sedangkan korbannya, Tutik Tusikah, 65, warga Desa Talok, RT2 RW 3, Kecamatan Turen.
Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku menggunakan sepeda motor Satria FU. Selain itu pelaku Irwanto membawa sebilah senjata tajam jenis pancor dan Rohman membawa sebilah clurit. 
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa itu terjadi pukul 06.30 WIB. Saat itu, korban keluar rumah hendak berbelanja sayur di depan gang rumah tepat di seberang Balai Desa Talok, Kecamatan Turen. Saat berbelanja, kondisi sekitar lokasi kejadian masih sepi. Hanya ada korban bersama penjual sayur yang ada di tempat tersebut.
Saat sedang belanja, tiba-tiba korban dihampiri Irwanto. Kemudian tersangka merangkul korban sekaligus mengancam menggunakan sebuah pancor. Dalam waktu sekejap, pelaku merampas kalung yang memiliki liontin. Setelah mendapatkan kalung yang diinginkan, kemudian pelaku mendorong korban hingga tersungkur di tanah.
Kemudian pelaku kabur menaiki sepeda motor Suzuki Satria FU W 3958 NB yang dikendarai Rohman dan kabur menuju arah timur menuju Dampit. Sedangkan korban yang jatuh tersunkur berteriak meminta tolong. Kontan saja, teriakan ini menghebohkan warga sekitar. 
Dalam waktu sekejap, warga sekitar bersama polisi yang sedang berpatroli mengejar kedua pelaku. Warga yang melakukan pengejaran, sedangkan petugas melakukan penghadangan menggunakan mobil patroli. 
Diduga karena gugup, Irwanto yang dibonceng terjatuh dan langsung dihajar massa. Akibatnya, pelaku babak belur. Berutung pelaku diamakankan sehingga lolos dari amuk massa yang semakin geram.
 Sedangkan Rohman yang mengandarai sepeda motor masih mencoba melarikan diri. Namun, polisi terus melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Petugas kepolisian akhirnya bisa menangkap Rohman dengan melakukan penghadangan kembali. Akibat kejadian ini, Rohman mengalami luka-luka. Sedangkan Irwanto yang sebelumnya dihajar masa, diamankan oleh petugas. 
Kemudian, oleh petugas keduanya dibawa ke Rumah Sakit karena lukanya akibat amuk massa. Setelah itu, keduanya dibawa ke Polsek Turen untuk dimintai keterangan. Dari tangan keduanya, petugas berhasil menyita dua senjata tajam pancor dan celurit. 
Kapolsek Turen Kompol Adi Sunarto menjelaskan, dari hasil interogasi, kedua pelaku sudah melakukan tindakan penjambretan sebanyak lima kali sepanjang tahun 2018 ini.
“Tiga dari lima kali aksi penjambretan yang dilakukan oleh kedua tersangka, berada di Desa Talok, Kecamatan Turen. Sedangkan dua TKP lainnya berada di Gondanglegi dan Dampit,” ujarnya kemarin. 
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk sasaran dari kedua pelaku ini merupakan ibu-ibu paruh baya yang tidak berdaya.
“Untuk proses selanjutnya, kami melakukan pendalaman terhadap keduanya, karena diduga mereka beraksi di tempat lain,” tuturnya. 
Selanjutnya dia mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap aksi kejahatan jalanan seperti penjambretan. Sisi lain, dia juga mengimbau kepada warga untuk tidak main hakim sendiri. (big/jon)