Jambret Gondanglegi Beraksi di Empat TKP

 
MALANG – Pelaku penjambretan terekam CCTV di Gondanglegi, Heri alias Kamin, terbilang sangat kejam. Selain menyasar kaum hawa, tersangka juga tidak segan melukai korbannya. Hal ini diketahui saat Polres Malang melakukan rilis terhadap tersangka Heri alias Kamin, Rabu (25/7) pagi.
Menurut Wakapolres Malang Kompol Decki Hermansyah mengatakan, modus yang dilakukan tersangka dengan menjambret perempuan saat menggunakan sepeda motor. 
“Tersangka menjalankan aksinya ini saat korban mengendarai sepeda motor. Sehingga, korban terjatuh dan mengalami luka-luka,” ujarnya kepada wartawan. Dia menjelaskan, pelaku beraksi di empat lokasi berbeda. Selain di Gondanglegi, pelaku juga beraksi di Kepanjen, Bululawang dan Tumpang. 
“Pelaku jambret ini seorang buronan. Sudah sering beraksi di banyak tempat. Modusnya mencari mangsa dengan cara mobile,” kata perwira menangah (Pamen) dengan satu melati di pundaknya tersebut.
Menurutnya, pelaku sebelumnya memang ditangkap di Surabaya. Petugas kepolisian terpaksa menembak kaki pelaku yang berdomisili di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak ini. Lantaran saat hendak ditangkap, pelaku mencoba kabur dan melawan petugas. 
“Kami berhasil menangkap korban atas keterangan dari salah satu pelaku jambret yang terlebihi dahulu mendekam di dalam sel,” terangnya. 
Dalam menjalankan aksinya, kata dia, pelaku bersama salah seorang kawannya yang sudah ditangkap bernama Andi, Wijayanto, 28, warga Desa Pamotan, Dampit. Mereka  selalu menggunakan senjata tajam.
Saat menjalankan aksinya di Gondanglegi, Heri menggunakan celurit untuk mengancam korbannya. Dari aksinya itu itu, pelaku berhasil menggasak kalung emas 15 gram. Selain itu, biasanya tersangka menjalankan aksinya pada subuh hingga pagi hari, ketika situasi masih sepi.
“Modus pelaku jambret tersebut, sudah seringkali terjadi di Kabupaten Malang dengan sasaran perempuan memakai perhiasan emas berbelanja pagi hari,” jelasnya. 
Maka dari itu, dia meminta masyarakat untuk waspada dan berhati-hati. Selain itu, diimbau jangan memnggunakan kalung maupun perhiasan mencolok saat beraktivitas di luar. 
“Saat ini kami terus melakukan pengembangan terhadap tersangka ini. Karena kami menduga tersangka beraksi lebih dari empat lokasi. Hal ini tentunya terus kami dalami,” pungkasnya. (big/mar/jon)