Jaringan Narkoba Kakap Wagir Dibekuk

Tersangka mengatakan, kalau dirinya adalah kurir dari seorang bandar yang ada di LP Sidoarjo. Barang haram pil koplo jenis dobel L, ganja dan sabu-sabu, diakui berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Yakni dari Surabaya, Mojokerto, Probolinggo dan Sidoarjo. Sekali pengambilan tersangka mendapat upah Rp 500 ribu serta 2 gram sabu-sabu.
"Dari mana barangnya dan dikirimi dimana, semua atas petunjuk atasan saya (bandar, red). Kami komunikasinya lewat telepon. Biasanya pengambilan barang dua minggu sekali, dengan cara ranjau," ucap bapak satu anak ini.
Setelah barang diambil, kemudian barang haram tersebut dikemas menjadi beberapa bagian. Kemudian dikirim kepada pembeli dengan cara ranjau. Pengiriman barang berdasarkan petunjuk dari bandar.
Menariknya lagi, jaringan pengedar narkotika Moch Zeri ini, diindikasi merupakan jaringan profesional. Dugaan ini terlihat dari kemasan puluhan bungkus plastik berisi pil koplo jenis dobel L yang diamankan sebagai barang bukti.
Dimana dalam 60 bungkus plastik berisi pil koplo itu, diberi label bertuliskan Vitamin B1. Label tersebut kemungkinan untuk mengaburkan dan mengelabuhi polisi, supaya tidak terdeteksi bahwa tablet tersebut adalah pil setan.
"Satu bungkus plastik tersebut, berisi seribu butir. Label Vitamin B1 ini kemungkinan untuk mengelabuhi bahwa ribuan butir itu adalah pil koplo," sambung Mey Suryaningsih.
Label dalam kemasan plastik itu, tulisannya adalah Vitamin B1 50 gram, berisi 1000 tablet, komposisi tiap tablet mengandung thiamine HCL 50 mg, dan diproduksi Bina Prima Farma (BPF) Palembang - Indonesia.
Mey melanjutkan bahwa peredaran barang haram tersebut tidak hanya di wilayah Wagir. Tetapi menyebar di Malang Raya. Sasarannya selain anak-anak remaja, juga pelajar sekolah.(agp/lim)

Berita Terkait