Jualan Pil Koplo, Pemuda Kebonagung Diringkus


MALANG – Perang terhadap peredaran narkoba terus digencarkan polisi. Pengedar narkotika jenis pil koplo dobel L berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Pakisaji, Selasa (14/5) malam. Tersangkanya Moch Habib Jeriansyah, 20, warga Dusun Sonotengah Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji.
Habib diringkus petugas di rumahnya sesaat setelah melayani pembeli. Dari tangan pemuda pengangguran ini, polisi mengamankan 3.558 butir pil koplo jenis dobel L, sebuah HP untuk transaksi serta uang Rp 600 ribu hasil dari penjualan.
"Barang bukti obat keras atau pil koplo tersebut, kami temukan di dalam kamarnya. Sebagian kami temukan di dalam saku celananya," ujar Kanitreskrim Polsek Pakisaji, Ipda S Budi Santoso.
Penangkapan Habib bermula dari maraknya peredaran pil koplo di wilayah Kecamatan Pakisaji. Obat keras berbahaya tersebut diketahui banyak beredar di kalangan remaja.  Termasuk para pelajar SMP dan SMA.
Berangkat dari situlah, polisi lantas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya petugas berhasil mendapati seorang pelajar SMA yang dalam kondisi fly usai mengkonsumsi pil koplo.
Pemuda yang menjadi saksi tersebut mengaku mendapatkan pil koplo dari tersangka Habib. "Berdasarkan pengakuannya itulah akhirnya kami kembangkan dan berhasil menangkap tersangka Habib di rumahnya," tutur Budi.
Sementara itu, dalam pemeriksaan tersangka Habib mengaku mendapat pasokan pil koplo dari temannya asal Bali. Dia sudah dua kali mendapat kiriman pil koplo. Barang dikirim dengan cara diranjau di sebuah tempat.
"Saya transaksinya lewat telepon. Kemudian setelah ada pembayaran dengan cara transfer, barang langsung dikirim melalui ranjau di suatu tempat," jelas tersangka Moch Habib.
Habib juga mengatakan, kalau pil koplo tersebut diedarkan kepada teman-temannya, termasuk pelajar di wilayah Kecamatan Pakisaji. Para pelajar diakui lebih suka membeli pol koplo, karena harganya dianggap murah dan terjangkau.
Sementara itu, akibat perbuatannya tersangka Habib dijerat dengan pasal 197 sub pasal 196 Undang-undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman hukumannya 12 tahun kurungan penjara.(agp/lim)

Berita Terkait