Kades Trenyang Coba Perkosa Istri Perangkatnya


MALANG - Seorang pemimpin harusnya menjadi contoh dan mengayomi warganya. Namun tidak demikian dengan Kepala Desa (Kades) Trenyang Kecamatan Sumberpucung, berinisial DS. Kamis (13/6) malam, sang kades malah mencoreng nama baik dirinya, keluarganya dan desanya.
DS diduga telah berbuat asusila. Yakni berusaha melakukan perkosaan terhadap warganya. Ironisnya lagi, korban yang akan diperkosa merupakan istri salah satu perangkatnya. Sontak kabar tak sedap ini pun langsung menyebar ke seantero desa.
Kasus asusila tersebut kini sedang didalami penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. Polisi masih menyelidiki dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Termasuk saksi dari korban serta warga setempat. "Kami masih mendalami kasusnya. Apakah perkosaan ataukah perselingkuhan. Sebab keterangan dari korban masih berubah-ubah," jelas Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda.
Informasi yang diperoleh dari warga setempat, kejadian tersebut terjadi pada Kamis (13/6) malam sekitar pukul 19.00. Malam itu, DS mendatangi rumah perangkatnya. Namun perangkat yang dicari tidak ada, hanya ada istrinya (korban, red).
Memanfaatkan situasi yang sepi itulah, muncul niat mesum DS untuk menyetubuhi korban. Beruntung upaya perkosaan tersebut gagal. Karena korban berontak dan dengan cepat menghubungi suaminya untuk pulang.
Mungkin takut perbuatannya bakal diketahui, DS memilih kabur. Upaya perkosaan yang dilakukan DS ini pun, langsung menyebar ke warga. Masyarakat yang emosi sempat mencari keberadaan DS.
"Warga sekitar sudah banyak yang mengetahui. Masyarakat ramai dengan kabar bahwa Kades memperkosa istri perangkat desanya," terang salah satu warga yang juga tokoh masyarakat.
Lantaran takut dengan amarah warganya, akhirnya DS diantarkan keluarganya menyerahkan diri ke Polsek Sumberpucung. "Kemudian oleh Polsek Sumberpucung diserahkan ke Polres Malang, mungkin karena untuk mengantisipasi warga datang menggeruduk," ucap Kanit PPA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.
Dikatakannya, bahwa kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Penyidik sedang mendalami perkaranya. "Untuk Kades sendiri sekarang masih kami amankan" paparnya.
Sementara itu, Pj Sekdes Trenyang, Tiono, dikonfirmasi membenarkan adanya gejolak di masyarakat. Hanya saja, dia mengaku tidak mengetahui persoalan sebenarnya. Apakah kasus perselingkuhan ataupun perkosaan, ia mengaku belum tahu. "Yang pasti kasusnya sedang ditangani pihak berwenang. Sampai saat ini (semalam, red) masih belum pulang (Kades DS, red)," ujarnya.
Saat dipertegas apakah kasus perkosaan atau perselingkuhan seperti yang gejolak di masyarakat, Tiono mengaku tidak tahu. "Belum tahu, saya tidak jelas soal itu," katanya.(agp/lim)

Berita Lainnya :