Kantongi Ganja, Mahasiswa Digerebek


MALANG – Kehidupan mahasiswa harusnya bergelut dengan buku dan diskusi yang memunculkan ide serta gagasan ilmiah. Namun, JRS, 21, mahasiswa penghuni kos di Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang, malah berkutat dengan asap daun ganja kering, yang diisapnya diam-diam selama tiga tahun.
Setelah lama tak terendus, tindakannya tercium Satresnarkoba Polres Makota. Hingga akhirnya, pelaku pengguna ganja ini dibekuk pada Kamis (13/6) lalu. KBO Satresnarkoba Polres Makota Iptu Bambang Heryanta menerangkan, pelaku ditangkap di depan toko modern Jalan Terusan Dieng Kecamatan Sukun Kota Malang.
“Kami ungkap kasus narkotika golongan 1 jenis ganja, dengan lokasi penangkapan di depan toko modern Jalan Terusan Dieng Kecamatan Sukun Kota Malang sekitar pukul 15.00. Pelaku inisial JRS, merupakan mahasiswa, penghuni kos di Kalisongo,” kata Bambang kepada wartawan.
Penangkapan terhadap budak ganja yang merupakan mahasiswa kampus swasta di Kota Malang itu, berawal dari informasi yang diterima polisi narkoba Malang Kota. Polisi menerima info bahwa ada seseorang yang dicurigai terlibat jaringan peredaran ganja sedang berkeliaran di wilayah Jalan Terusan Dieng.
Setelah petugas menindaklanjuti informasi ini dengan penyelidikan, polisi memastikan bahwa info tersebut valid. Petugas berpakaian preman, mendapati pelaku sedang berada di depan sebuah toko modern. Dia langsung digerebek dan digeledah. Pelaku tidak bisa mengelak. Saat diperiksa seluruh barang bawaan dan semua benda di tubuhnya, polisi menemukan benda mencurigakan.
Di dalam dompet pelaku, terdapat dua plastik klip berisi daun kering, yang setelah diteliti adalah daun ganja. Ketika ditimbang, berat daun ganja ini adalah 1,32 gram. Karena kedapatan membawa ganja, dia tak lagi bisa menyangkal, dan langsung digelandang ke Polres Makota untuk penyidikan.
“Dia mengaku sudah memakai ganja sejak 2016 alias tiga tahun. Dia membeli ganja itu seharga Rp 200 ribu dari seseorang berinisial B, yang kini menjadi DPO kami. Mereka tidak pernah bertemu, tapi transaksi lewat WhatsApp. Setelah sepakat, pelaku ini transfer uang kepada B,” ujar Bambang.
Selesai mengirimkan uang pembelian ganja, pelaku dikirimi alamat serta letak barang di kawasan Jalan Sukarno Hatta. “Metode transaksi adalah sistem ranjau. Pelaku dikenai pasal 111 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun penjara,” tutupnya.(fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :