Keluarga Yakin Mega Dilepas Densus


Malang Post, Salah seorang perempuan yang diamankan Tim Densus 88 kemarin, adalah Wahyu Mega Wijayanti dikenal sebagai sosok yang tertutup. Sebelum mendiami kontrakan di Perumahan Banjararum Asri Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, tempat penangkapan, Mega tinggal dan besar di Jalan Ir. Rais RT 06 RW 07 Kelurahan Bareng Kota Malang.
Sosok Mega yang tertutup ini diakui beberapa warga sekitar kediamannya di Bareng saat Malang Post menelusuri dan bertanya pada warga.  Salah satunya diakui mantan Ketua RT 06 RW 07, Imron. Ia menjelaskan, dirinya memang sudah lama tidak melihat Mega. Meski begitu ia memperhatikan adanya perubahan sikap Mega beberapa tahun belakangan.
“Kalau dia tidak disapa, tidak akan nyapa. Dulu tidak begitu, biasa dan ramah saja. Tapi belakangan memang sudah jarang ketemu,” ungkap Imron kepada Malang Post.
Ia juga menceritakan, sosok Mega masih sering berada di rumah Jalan Ir. Rais walalupun memang sudah lama tinggal dan menetap di lain tempat bersama suaminya. Sejak pindah dan tinggal di tempat lain itulah, Imron mengakui adanya perbedaan sikap dari Mega.
Seperti salah satunya tidak mengikuti kegiatan di wilayah kampungnya, lebih diam dan berkata seperlunya saja. Sosok tertutup Mega juga diakui oleh Ketua RT 06 RW 07 Sukirno. Ia menceritakan perubahan sikap Mega dirasakan ketika perempuan kelahiran 1978 tersebut bercerai dari suami yang pertama beberapa tahun lalu.
Sekitar 5 tahun lalu, setelah bercerai dengan suami pertama dan menyandang status janda, Mega kemudian diketahui tidak lagi berada di kediamannya di Jalan Ir. Rais. Akan tetapi menjadi penghuni Pondok di Kawasan Tegalgondo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.
“Kayaknya sekitar 5 tahun lalu sudah tidak pernah kelihatan lagi. Saat saya hendak mendata keluarganya mengatakan dia kerja di Pondok Tegalgondo,” ungkap Sukirno kepada Malang Post kemarin siang saat ditemui di rumahnya.
Ia melanjutkan, sejak menjanda, Mega jarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Ia pun harus dicoret dari keanggotaan PKK karena sudah tidak pernah mengikuti kegiatan PKK apapun dan diketahui tidak tinggal di kediamannya di Jalan Ir Rais.
Hingga kini, Sukirno tidak pernah mengetahui secara resmi soal sosok suami baru Mega yang kemudian membuatnya pindah tinggal ke kawasan Banjararum Singosari. “Tidak ada informasi apapun soal itu. Kan kalau misal mau pindah atau menikah harus punya surat keterangan menikah dari perangkat RT di sini dulu. Setahu saya dia tidak pernah ada mengurus surat-surat itu. Surat pindah juga tidak,” tegas Sukirno.
Ia pun mengakui sejak menikah lagi itulah Mega jarang bersosialisasi. Meskipun sesekali Sukirno melihat Mega ada di kediamannya di Jalan Ir. Rais. Ia mengakui pula perbedaan berpakaian yang diperlihatkan Mega.
“Dulu sih hijaban biasa saja. Tapi beberapa waktu belakangan pakaiannya gamis panjang-panjang dan selalu pakai warna hitam. Tapi tidak bercadar juga sih,” ungkapnya lagi.
Sementara itu Malang Post pun sempat datang ke kediaman Wahyu Mega di kawasan Jalan Ir. Rais. Kediaman Mega terlihat sederhana dengan usaha bengkel dibuka di depan rumahnya. Salah seorang saudara Mega yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan Mega benar merupakan salah seorang perempuan yang didatangi tim Densus 88 kemarin pagi.
Pria ini mengatakan, ia yakin saudaranya tersebut tidak terlibat dalam aksi kejahatan terorisme apapun seperti yang disangkakan. “Saya yakin tidak begitu. Dia hanya dimintai keterangan saja. Kata petugas nanti akan dikembalikan lagi dan dipulangkan. Kemungkinan dua hari saja,” ungkap pria tersebut.
Saat ditanya soal sosok Mega, pria ini mengatakan Mega tidaklah memiliki peringai yang aneh-aneh dan mencurigakan. Ia menjadi ibu rumah tangga dan kerap mendatangi kediaman asalnya di Jalan Ir. Rais karena seluruh keluarga ada di sana.
Sementara suami Mega, bekerja sebagai makelar motor atau kendaraan. Kerap menjual sepeda motor atau membeli motor untuk dijual kembali. “Sudah lama seperti itu, biasa saja,” tandasnya. (fin/tea/ica/ary/han)

Berita Lainnya :