Kenal Lewat FB, Dicabuli Selama Dua Hari

MALANG - Kasus asusila yang dilakukan enam remaja asal Dusun Gunung Kunci, Desa/Kecamatan Jabung, terhadap Bunga, 11, warga Desa Blandit, Singosari, dilakukan selama dua hari. Mulai hari Minggu (14/7) sampai Senin (15/7). 
"Ketika dicabuli korban dalam kondisi sadar. Namun karena keluguan korban yang masih anak-anak itulah, sehingga saat dicabuli tidak berontak," ucap Kanit PPA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.
Kronologis pencabulan terhadap Bunga ini bermula dari perkenalan Bunga dengan tersangka Rifai. Mereka kenal melalui Facebook (FB). Perkenalan mereka lewat media sosial baru, Selasa (9/7). Kemudian pada Minggu (14/7) siang, mereka janjian ketemuan. Korban dijemput oleh tersangka Rifai dan Abdul Aziz alias Dul, di jalan kampung dekat rumahnya. Setelah dijemput, korban kemudian diajak ke warung kopi di Dusun Gunung Kunci Desa/Kecamatan Jabung.
Di warung itu, sudah ada empat tersangka lainnya. Yakni Aan, Siswantoko, Erfan Maulana dan M Afandi. Setelah ngobrol beberapa menit, korban kemudian diajak ke rumah Rifai. Di dalam rumah itulah, tersangka Rifai mengajak paksa korban berhubungan badan. 
Usai berbuat, giliran tersangka Abdul Aziz masuk kamar untuk minta jatah. Tetapi korban menolak sehingga Abdul Aziz hanya melakukan pencabulan dengan meremas barang sensitif korban. Setelah berbuat, Dul langsung pulang. Kemudian Rifai kembali membawa korban ke warung kopi. Selanjutnya, kembali korban diajak ke kebun singkong tak jauh dari warung kopi.
Di kebun itu, sudah menunggu Siswantoko yang ingin meminta jatah bersetubuh. Tetapi lagi-lagi korban menolak, dan Siswantoko hanya melakukan pencabulan. Setelah selesai, kembali ke warung kopi.
Malam harinya, korban diajak ke rumah Aan. Di rumah itu, korban saat diajak berhubungan badan tidak mau. Akhirnya Aan dan kedua tersangka lain, yakni Erfan Maulana serta M Afandi, melakukan pencabulan.
Korban baru diantarkan pulang, Senin siang oleh tersangka Rifai. Itupun setelah selama dua hari korban dicabuli. "Saya mengantarkannya sampai di jalan dekat rumahnya. Dan saya hanya sekali menyetubuhi, itu pun karena suka sama suka," ucap tersangka Rifai.
Ketika pulang ke rumah inilah, korban disidang oleh orang tuanya lantaran tidak pulang. Saat ditanya, korban menceritakan apa yang dialaminya. Lantaran tidak terima, orang tuanya lantas melaporkan ke polisi. "Saya hanya ikut-ikutan memegang payudara serta mencium bibirnya saja. Tidak ikut melakukan persetubuhan, karena korban tidak mau," urai tersangka M Afandi dan Erfan Maulana.(agp/lim)
 

Berita Terkait