KPK Babat Habis DPRD Kota Malang

 
MALANG - Jumlah anggota DPRD Kota Malang yang ditetapkan sebagai tersangka baru jilid III oleh KPK akhirnya terjawab. Tadi malam dipastikan total 22 orang wakil rakyat kota pendidikan ini berstatus tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang tahun 2015. 
Bila digabung dengan jumlah tersangka sebelumnya, pada penetapan jilid I dan II sebanyak 19 tersangla, maka total anggota dewan yang menjadi tersangka KPK adalah 41. Hanya menyisakan empat orang. Meski tak berubah status, namun mereka tetap diperiksa sebagai saksi.
Kepastian jumlah tersangka baru ini disampaikan empat sumber resmi Malang Post yang mengetahui proses penyidikan KPK. 
“Ya, jumlahnya 22 orang.  Anggota DPRD Kota Malang mengetahuinya karena surat panggilan sebagai tersangka sudah diberikan. Sprindiknya juga sudah diserahkan,” katanya sembari memastikan informasi tersebut valid. 
Sumber lain Malang Post bahkan sudah menyebutkan nama-nama anggota dewan yang telah jadi tersangka. Tapi karena belum terkonfirmasi oleh KPK, maka nama mereka belum dilansir Malang Post.  
Sebelumnya diberitakan Malang Post, terdapat tujuh tersangka baru anggota DPRD Kota Malang. Enam di antaranya ada dalam satu surat perintah penyidikan (sprindik). Yakni bernomor  Sprin.Dik/114/DIK.00/01/08/2018 .Tanggal terbit sprindik pada 24 Agustus 2018 lalu. Dalam sprindik yang diterima Malang Post tertulis, nama-nama tersangka Imam Ghozali, Asia Iriani, Indra Tjahyono, Een Ambarsari dan Bambang Triyoso. Sedangkan satu nama tertutup dalam sprindik yang bereda. Seorang satu tersangka lagi yakni Drs Ribut Harianto MM.  
Dr Solehoddin SH, kuasa hukum 14 anggota DPRD Kota Malang yang kini disidang di Pengadilan Tipikor Surabaya mengakui adanya 22 tersangka baru. Ia mengetahui hal itu dari pemberitahuan pemeriksaan terhadap kliennya sebagai saksi untuk 22 tersangka baru. 
“Siap (baca: benar). Sudah selesai habis (maksudnya anggota dewan, red),” ungkap Solehoddin ketika Malang Post mempertegas kliennya diperiksa sebagai saksi terkait 22 tersangka baru.
Sementara itu, penyidik KPK sebenarnya sudah mulai melakukan pemeriksaan secara maraton sejak Kamis (30/8) kemarin. Pemeriksaan pertama dilakukan di Surabaya secara rahasia. “Diperiksa dua penyidik selama lima jam di tempat yang sangat tertutup. Saat pemeriksaan itu akhirnya diketahui memang ada 22 tersangka baru,” kata sumber lain Malang Post yang juga mengetahui proses penyidikan.  
Pemeriksaan lanjutan dilakukan Jumat (31/8) hari ini. Namun yang dipanggil penyidik KPK sebagai saksi dari eksekutif atau Pemkot Malang. Sabtu (1/9) besok semua anggota DPRD Kota Malang yang masih aktif menjalani pemeriksaan setelah dipanggil beberapa hari lalu melalui surat resmi. Pemeriksaan dijadwalkan dilakukan di dua kota. Yakni di Polres Malang Kota dan di salah satu tempat di Surabaya yang tertutup dari akses publik. 
Untuk jadwal pemeriksaan anggota dewan sebelumnya sudah diakui salah satu Plt Pimpinan DPRD Kota Malang, Choeroel Anwar. Ia pastikan memenuhi panggilan KPK sebagai saksi untuk dimintai keterangan.  “Iya ada jadwalnya. Makanya ini kita dari Jakarta akan kembali ke Malang hari Jumat,” ucapnya saat dihubungi Malang Post. Namun demikian, politisi Partai Golkar itu menolak menyebutkan jadi saksi untuk siapa. 
Sekretaris DPRD Kota Malang Ir Bambang Suharijadi juga pastikan dipanggil penyidik KPK menjadi saksi. “Saya dipanggil Jumat (hari ini), jam 10.00 WIB,” ucapnya.  
Sementara beberapa anggota dewan lain mengaku tidak mengetahui adanya pemanggilan yang ditujukan kepada mereka. Salah satunya Syamsul Fajrih, anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PPP. Saat dihubungi kemarin ia mengaku belum mendapatkan informasi tersebut.
“Saya ada di Bekasi. Saya tidak tahu,” tutur Fajrih. 
Pemeriksaan oleh KPK hari ini diakui Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri saat dikonfirmasi kemarin. Ia mengatakan, telah menerima permohonan peminjaman tempat dari KPK sejak Selasa (28/8) lalu.  “Kami dimintai pinjam tempat oleh KPK. Dipakainya kapan, kami kurang tahu.Yang pasti kami menyiapkan tempat termasuk personel,” tuturnya. 
Kasat Shabara Polres Malang Kota, AKP Sapto Siswahyudi membenarkan personelnya melakukan pengawalan anggota KPK. Pengawalan itu dalam rangka melakukan  pemeriksaan anggota dewan. 
Di sisi lain, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang yang dikonfirmasi tadi malam meminta Malang Post bersabar. Sebab pihaknya akan mengumumkan tersangka baru pada pekan depan.  “Kita tunggu konferensi persnya saja ya. Minggu depan rencananya,” tegas Saut saat dihubungi Malang Post melalui pesan WhatsApp. Lantas berapa jumlah tersangka? ”Rahasia,” katanya singkat. 
Ia memastikan saat ini tim KPK sedang bekerja di Kota Malang untuk menyelesaikan proses hukum terkait dugaan suap di dewan. “Anak-anak masih kerjakan dulu,” pungkasnya. (ica/van/han)

Berita Lainnya :