KPK Langsung Bergerak Cepat


KPK bergerak cepat di Kota Malang. Setelah menetapkan anggota dewan tersangka baru, langsung mengerahkan tim penggeledahan. Selanjutnya,  Jumat (31/8) besok mulai melakukan pemeriksaan secara maraton. Bahkan, sejumlah wakil rakyat kota pendidikan ini, juga sudah dijadwalkan diperiksa di kantor KPK di Jakarta, Senin (3/9) pekan depan.
Malang Post  mendapat informasi tentang tahapan kerja tim KPK di Kota Malang dari sebuah sumber resmi. “Kalau sebelumnya periksa di Polres Malang Kota, baru kemudian penggeledahan di rumah. Sekarang dibalik. Kirim surat resmi saksi dan tersangka, penggeledahan kemudian dipanggil untuk periksa,” kata sumber Malang Post yang mengetahui proses penyidikan terhadap anggota DPRD Kota Malang.
Setelah pemeriksaan di Kota Malang selama dua hari langsung dilanjutkan di Jakarta. “Mereka (tersangka baru) dipanggil ke Jakarta Senin 3 September. Surat resmi sudah dikirim ke Malang,” kata sumber Malang Post yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan.
Tak hanya dewan saja, ia memastikan sejumlah pejabat di Pemkot Malang juga dipanggil penyidik KPK. Mereka bakal diperiksa di Malang dan di Jakarta. “Lihat saja nanti. Mungkin KPK mau bikin kejutan,” katanya.
Ia menyebutkan jumlah tersangka baru lebih dari tujuh orang seperti yang diberitakan Malang Post, Rabu (29/8). Malang Post memberitakan tujuh orang anggota dewan ditetapkan menjadi tersangka, enam di antaranya sudah disebutkan sesuai surat perintah penyidikan (sprindik).
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan juru bicara KPK segera memberi informasi  tentang pengusutan lanjutan anggota dewan. “Iya langsung cek ke jubir KPK saja ya,” kata Saut kepada Malang Post.
Sementara itu, operasi penggeledahan KPK di Kota Malang dilakukan sejumlah tim secara cepat. Wartawan yang mengetahui  penggeledahan rumah anggota dewan pun terkecoh. Apalagi dilakukan sejumlah personel KPK dikawal polisi.
Pantauan Malang Post, penggeledahan dilakukan di lima rumah anggota dewan. Yakni rumah Een Ambarsari, Teguh Puji Wahyono, Dr Teguh Mulyono, Hadi Susanto SH  dan Drs Ribut Haryanto MM.
“Benar tadi (kemarin siang) ada dua mobil plat L dikawal mobil Plat N polisi dengan membawa senjata. Tiba di rumah Pak Teguh jam 10.30 WIB,” jelas salah seorang tetangga  warga dr Teguh Mulyono di Jalan Anjasmoro. “Pakai rompi tulisannya KPK,” sambung warga yang menolak disebutkan namanya itu.
Ia melanjutkan, petugas KPK melakukan penggeledahan hingga jam 12.30 WIB. Mereka membawa koper besar tapi tak tahu isinya. Saat digeledah, Teguh tak ada di rumahnya. Malang Post tak menemui seorang pun di rumah anggota Komisi D DPRD Kota Malang itu ketika hendak konfirmasi.
Petugas lembaga antirasuah itu juga menggeledah rumah Hadi Susanto SH di kawasan Pisang Candi Barat. Beberapa warga sekitar mengatakan terdapat sejumlah mobil bernopol L datang pukul 13.00 WIB ke rumah anggota Komisi D itu. Sama dengan Teguh, Hadi pun tidak berada di rumahnya saat penggeledahan.
Kediaman Ribut Haryanto pun didatangi petugas KPK . “Iya tadi datang, masuk ke rumah bapaknya. Tapi Pak Ribut tidak ada di rumah,” jelas perempuan paruh baya, seorang tetangga Ribut. Hal yang sama juga terjadi di rumah Teguh Puji Wahyono dan Een Ambarsari.
Beredar kabar pula, KPK sudah menggeledah rumah Imam Ghozali, Suparno, Moh Fadli, Indra Tjahyono, dan Bambang Triyoso. Malang Post sudah mencari konfirmasi terkait hal itu tapi belum ada pihak yang bisa memastikan.
Setelah penggeledahan, langsung dilanjutkan pemeriksaan secara maraton. “Iya sudah dapat informasi itu (pemeriksaan). Hampir semua anggota dewan sudah dikirimi surat,” kata salah seorang anggota DPRD Kota Malang menolak disebutkan namanya.  
Sekretaris DPRD Kota Malang Bambang Suharijadi merupakan salah seorang yang menerima surat panggilan KPK untuk dimintai keterangan. Ia dipanggil sebagai saksi. “Iya saya dipanggil Jumat jam 10. Itu saja ya,” ucapnya.
Jubir KPK Febri Diansyah membenarkan adanya aktivitas KPK di Kota Malang terkait pengembangan kasus. Ia menyampaikan hal tersebut dilakukan tim KPK setelah melihat fakta-fakta baru yang berkembang.
“Terkait dengan Malang,  KPK sudah memproses ada sejumlah anggota DPRD di Malang kemudian juga sudah proses pelimpahan. Apakah sudah ada tersangka baru atau tidak, belum bisa dikonfirmasi saat ini karena penyidik dan juga tim masih perlu melakukan beberapa hal di daerah,” pungkas Febri.(ica/van/ary)

Berita Lainnya :