Kurang Bukti, Korban Ajukan Pengaduan


MALANG – Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh RA, 20, karyawan magang di Indomaret Bantaran Kota Malang oleh JI, 30, karyawan senior,  terus berlanjut. Selasa (16/4), warga Bantaran itu memberikan surat pengaduan ke Polres Malang Kota. Sebab, sampai , pihak korban masih belum bisa melakukan pelaporan karena kurangnya alat bukti.
Koko Ramadhan, Tim Advokat Kantor Hukum Yustitia Indonesia (KHYI), kuasa hukum korban mengungkapkan, hingga kemarin pihaknya baru memberikan bukti berupa keterangan seorang saksi, yang juga merupakan sesama karyawan. "Kemudian, juga ada CCTV. Namun, yang bisa meminta alat bukti tersebut adalah penyidik dari kepolisian. Kami sudah memberitahu kalau ada CCTV di sekitar toko," jelas dia kepada Malang Post.
Sehingga, sampai sore kamarin, pihaknya masih belum bisa melakukan laporan polisi kasus dugaan pelecehan seksual. Sebab, pihaknya masih mengumpulkan alat bukti dan juga saksi terkait kasus ini. "Oleh karena itu, kami mengajukan surat pengaduan ke Polres Malang Kota. Suratnya sudah diterima," jelas dia.
Lebih lanjut, Koko menjelaskan, Selasa (16/4) pagi, korban sudah dipanggil pihak manajemen Indomaret, tempat kejadian perkara dugaan pelecehan seksual tersebut. "Pihak manajemen mempersilahkan korban jika ingin membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Namun, mereka meminta untuk tidak mencatut nama perusahaan," tegas dia.
Saat itu, korban juga sempat ditemukan oleh pelaku yang berinisial JI, 30 warga Wagir Kabupaten Malang. Di hadapan manajemen, menurut Koko, JI mengakui bahwa perbuatannya tersebut salah. "Ia mengaku, kalau melihat perempuan cantik langsung bergairah. Namun, ia tidak memikirkan situasi dan kondisi kalau saat itu sedang bekerja dan ada di dalam toko," kata dia.
Tim kuasa hukum juga belum melakukan pertemuan dengan pihak manajemen Indomare. "Masih belum bertemu. Rencananya, setelah pemilu kami akan melakukan pertemuan. Kami akan menuntut sanksi apa yang diberikan terhadap pelaku," tegas dia.
Sementara itu, pihak Indomaret Bantaran tidak ingin berkomentar banyak terkait kasus yang menghebohkan tersebut. Malang Post sudah berupaya mendatangi retail modern yang terletak di Jalan Bantaran tersebut. Namun, pihak toko tidak ingin berkomentar terkait ha tersebut. "Mohon maaf, kami tidak bisa memberikan komentar," ujar Heny, Kepala Toko saat dikonfirmasi Malang Post.
Seperti diberitakan sebelumnya, JI, 30, karyawan senior sekaligus penanggung jawab shift pekerja di Indomaret Bantaran diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap RA, karyawan magang. Saat itu, korban baru pertama kali masuk kerja pada Minggu (14/4). Saat berbicara dengan korban, pelaku diduga melakukan pelecehan seksual dengan cara mengelus dan meraba-raba  serta memeluk korban. Bahkan korban sempat dicium di gudang.
Meski korban berusaha berontak dan menghindar, pelaku terus berusaha melecehkan korban. Di kasir, pelaku kembali memeluk dan mencium korban. Padahal saat itu sempat dilihat oleh salah satu rekan kerja korban. Oleh karena itu, korban langsung mendatangi Polres Malang Kota untuk melaporkan kasus tersebut.(tea/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :