Longsor TPA Supit Urang, Satu Orang Hilang

 
MALANG – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, yang berada di wilayah Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, siang kemarin, longsor. Akibatnya, satu orang hingga Rabu (11/7) petang belum ditemukan. Yakni, Agus Sujarno, 48 tahun, warga Dusun Sumberarum, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Diduga, Agus yang bekerja sebagai pemulung ini tertimbun tumpukan sampah. 
”Ada dua orang yang terkena longsor. Satu selamat atas nama Miskan dan satu lagi atas nama Agus masih dalam proses pencarian,’’ kata Lurah Mulyorejo, R Syahrial Hamid. 
Informasi yang dihimpun, longsor itu terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu Miskan dan Agus sama-sama mencari rongsokan di Blok 2 TPA Supit Urang. Saat sedang asyik mencari inilah, tiba-tiba tumpukan sampah dari ketinggian 30 meter ini longsor. 
“Saat itu kami sedang mencari rongsokan. Yang saya lihat hanya pak Agus, tak jauh dari saya mencari rongsokan. Dan saat tumpukan sampah longsor, kami pun mencari selamat,’’ kata Miskan. 
Dalam kondisi panik, Miskan yang membawa  alat pengais sampah pun berusaha untuk menancapkan alatnya ke tumpukan sampah. Upaya itu berhasil. Dia dapat berpegangan pada alat miliknya yang sudah tertancap.
“Saya tergulung tumpukan sampah sejauh 10 meter. Beruntung tadi saya berhasil pegangan,’’ tambahnya. 
Miskan juga sempat menengok ke bawah dan melihat Agus berlari. ”Sempat melihat pak Agus berlari, tapi setelah itu tidak tahu,’’ tambahnya.
Setelah 5 menit dan tumpukan sampah berhenti longsor, Miskan pun berusaha untuk naik. Dengan langkah tertatih dia pun berhasil mencapai puncak sampah. Tak pelak, Miskan langsung meminta tolong, sekaligus memberitahukan kepada warga yang lain bahwa Agus ada di bawah tumpukan sampah.
Seketika itu juga warga merespon, langsung melakukan pencarian. “Di bawah itu ada sungai aliran dari Coban Ganco. Nach apakah dia masuk ke sungai atau tertimbun sampah,” ungkapnya. 
Tapi yang jelas, sampah yang masuk sungai sangat banyak, hingga membuat aliran sungai tersumbat.
Kejadian itupun juga direspon cepat oleh anggota SAR Pakem, SAR 020 dan anggota BPBD Kota Malang. Mereka langsung datang ke TKP untuk melakukan pencarian. 
Tak terkecuali tim INAFIS, Polres Malang Kota, mereka juga datang ke lokasi TPA Supit Urang pukul 16.50. Hingga berita ini diturunkan, korban belum juga ditemukan.
Sementara peristiwa longsor ini juga langsung direspon Plt Walikota Malang H Sutiaji. Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Agoes Dwi Poetranto, Sutiaji mendatangi TKP. 
”Saat ini masih dilakukan pencarian untuk korban. Kami berharap, korban dalam kondisi selamat,’’ kata Sutiaji. 
Dia mengatakan, selain pencarian dilakukan secara manual, pihaknya juga akan mendatangkan alat berat, dan anjing pelacak untuk mencari posisi korban. 
”Alat beratnya ada.  Kita masih mencari jalan agar alat berat tersebut bisa sampai ke sini. Kami juga meminta bantuan anggota polisi untuk mendatangkan anjing pelacak, agar posisi korban cepat dapat ditemukan,’’ imbuhnya. 
Dia juga mengatakan jika lokasi longsor merupakan zana terlarang untuk para pemulung. Itu karena di zona tersebut, sampah sudah overload dan kondisinya sangat membahayakan.”Kemarin informasinya sudah diperingatkan agar naik dan tidak melakukan pencarian sampah di area tersebut karena membahayakan. Tapi korban tak menghiraukan,’’ ungkapnya.
Peristiwa longsor ini dikatakan Sutiaji juga menjadi pelajaran bagi Pemerintah Kota Malang. Dimana agar kejadian seperti ini tak terjadi lagi, Sutiaji pun meminta Kepala DLH  untuk memasang tanda larangan untuk pemulung mengais sampah di area tersebut. (ira/jon)

Berita Lainnya :


loading...