Maling Spesialis Rumah Kosong Bululawang Diringkus


MALANG – Polsek Bululawang membongkar aksi pencurian spesialis rumah kosong. Unit Reskrim Polsek Bululawang membekuk Supriyanto, 30, dan Mohammad Toha, 54, keduanya warga Jalan Brantas Tempehan Wajak. Mereka mencuri di sebuah rumah Jalan Diponegoro RT 01 RW 01 Desa Pringu Kecamatan Bululawang.
“Penangkapan dilakukan pada Jumat dini hari, pukul 00.30,” kata Kanit Reskrim Polsek Bululawang, Iptu Roni Margas. Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa pencurian terjadi pada September 2018 lalu. Saat rumah Jalan Diponegoro RT 01 RW 01 Desa Pringu Bululawang sedang kosong, tiga orang pelaku menyatroni rumah tersebut.
Mereka berani mencuri di siang bolong, sekitar pukul 09.30 ketika kondisi kawasan ini sepi. Untuk melancarkan aksinya, mereka menyelinap ke dalam rumah dengan cara masuk lewat lubang tembok belakang. Setelah memastikan tidak ada orang, aksi penjarahan pun dimulai. Mereka mengambil berbagai barang yang ada dalam rumah.
Seperti dua buah set panci, dua buah baki, dua buah panci rice cooker, dua buah tabung elpiji, satu kabel stop kontak, satu buah parang, satu buah pompa air, satu batang besi, tromol, hingga wajan. Begitu selesai menjarah, mereka pergi dengan satu buah sepeda motor Suzuki RGR warna putih rangka oranye tanpa plat, dan dua buah sepeda motor Happy Faster warna hitam tanpa plat.
Begitu tahu rumahnya disatroni maling, pemilik tidak segera melapor. Dia baru menceritakan kejadian ini dan membuat laporan resmi pada Desember 2018. Setelah menerima laporan, penyidik Reskrim Polsek Bululawang langsung bergerak. Dalam penyelidikan, petugas menemukan petunjuk.
Investigasi polisi mengarahkan penyelidikan pada tiga nama. Supriyanto, Toha dan satu lagi DPO berinisial S. Penggerebekan pun dilakukan di Wajak, tempat kediaman keduanya. Saat ditangkap pada 11 Januari 2018, Jumat dini hari pukul 00.30 kemarin, mereka berdua tidak berkutik.
Selain barang curian, polisi juga menyita tiga sepeda motor, satu dongkrak, satu linggis hingga satu buah tali tampar sepanjang 10 meter. “Khusus untuk Supriyanto, dia adalah residivis yang sudah pernah berurusan dengan hukum,” kata Roni. Polisi saat ini memburu satu DPO yang sedang buron. Kedua pelaku, dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, hukuman maksimal 5 tahun penjara.(fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :