Maling Toko Sepatu Tunggulwulung Dibekuk


MALANG – Satreskrim Polres Makota menggagalkan pembobolan toko di Jalan Akordion Kelurahan Tunggulwulung Kecamatan Lowokwaru. Unit Resmob Hunter Makota membekap Roi Pambudi, 40, warga Jalan Ngamarto Kelurahan/ Kecamatan Lawang saat hendak merusak rolling door toko sepatu dan baju.
Satu rekan Roi, berinisial I, melarikan diri dan kini menjadi buruan polisi. Hunter Makota sudah lama mengincar pelaku ini. Pasalnya, mereka sudah pernah melakukan pencurian di toko lain, pada 28 Desember 2018 lalu. Saat itu, rolling door toko mengalami kerusakan dan barang di dalamnya berantakan.
Pada hari itu, pelapor korban, Andit Pranoto, 41, menutup pintu ruko tersebut. Rolling door toko juga ditinggal dalam keadaan terkunci dan tergembok. Keesokan harinya, Sabtu 29 Desember 2018, pukul 15.00, korban yang mendatangi toko, kaget melihat gembok sudah rusak, serta pintu rolling door terbuka.
Begitu masuk ke dalam ruangan, dia melihat barang-barang toko sudah berantakan. Cukup banyak sepatu dan kemeja raib dari etalase toko ini. Tanpa pikir panjang, korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Makota. Satreskrim Polres Makota, menindaklanjuti peristiwa ini dengan penyelidikan.
Hasilnya, sebuah informasi yang diterima petugas, mengindikasikan pelaku mengulangi perbuatannya, dan kembali menyasar rumah toko di kawasan Lowokwaru.  Petugas Hunter Makota langsung meluncur ke lokasi yang diinformasikan. Benar saja, polisi memergoki dua orang pelaku, satu di antaranya adalah Roi, sudah memotong gembok sebuah kios.
Karena ketahuan, mereka berupaya melarikan diri. Tapi, hanya satu yang berhasil lolos, yaitu pria berinisial I, warga Mergosono yang kini menjadi buronan polisi. Sedangkan, Roi hanya bisa pasrah seperti kerbau yang dicocok hidungnya ketika digiring ke kantor polisi. Barang bukti yang diamankan dari kediamannya, semakin menguatkan perbuatan jahatnya.
Polisi mengamankan berbagai barang bukti, seperti sepatu hasil curian, mata kunci T, uang sisa hasil menjual barang curian Rp 34 ribu, serta barang bukti lainnya. Dalam keterangan kepada polisi, Roi mengaku memakai modus merusak kunci rolling door dengan kunci T.
 “Tersangka saat ini sedang disidik, dimintai keterangan mendalam. Kami juga memburu buronan yang kabur. Tersangka dikenai pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, ancaman maksimal 7 tahun penjara,” kata Kasatreskrim Polres Makota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna.(fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :