Mirip Pelaku di Turen

 
SEMENTARA, peristiwa jambret yang terjadi di Desa Sepanjang, Gondanglegi, hampir mirip dengan kejadian penjambretan di Jalan Raya Desa Talok, Turen, pada akhir Januari 2018 lalu. Saat itu korbannya Sunaidah, 75 tahun, warga setempat, yang merupakan istri pensiunan polisi. 
Melihat modus operandinya, kedua kejadian jambret itu sama. Aksinya juga sama-sama terekam CCTV. Peristiwanya juga pagi hari ketika korban berniat belanja sayur depan rumah. 
Termasuk dengan ciri-ciri pelakunya, juga hampir sama. Yaitu, pelaku dua berboncengan sepeda motor Suzuki Satria FU. Memakai jaket kulit warna gelap dan menggunakan helm penutup wajah. Juga, menghunus senjata tajam celurit. 
Modus operandinya saat itu, sama yaitu satu pelaku yang dibonceng turun. Sembari menentang senjata tajam jenis celurit, pelaku langsung mendekati korban berusaha merampas perhiasan.Korban berusaha berontak, namun oleh pelaku didorong hingga tersungkur. Setelah itu, pelaku meraih perhiasan lalu kabur. Sampai saat ini, pelakunya juga belum terungkap. 
Disisi lain peristiwa jambret yang menimpa Sarifah, 54, disesalkan oleh pihak keluarga. Ditemui di rumah korban di Jalan Raya Desa Sepanjang, Gondanglegi, keluarga heran kenapa tidak ada satupun warga yang menolong. 
"Saya menyesalkan kenapa tidak ada warga yang menolong. Padahal di rekaman CCTV banyak pengendara dan warga yang melihat. Apa mungkin takut karena pelaku membawa senjata tajam," ucap Yudi, anak korban. 
Ia juga menyesalkan, saat kejadian dirinya sedang tidak ada di rumah. Waktu itu, Yudi, sedang bekerja bongkar muatan tebu di PG Krebet Baru, Bululawang. 
"Mungkin kalau saya di rumah, setidaknya ada yang menolong. Syukur bisa menangkap pelakunya," ujarnya. 
Seharusnya, kalau warga tanggap langsung berhenti. "Ketika ada warga yang berhenti, pelaku pastinya takut dan gagal menjambret. Tetapi meski ibu berteriak minta tolong, tak ada satupun warga yang menolong," tuturnya. (agp/jon)