Misteri Muharto Gang 5 dan Tatto Wahyu Gereja


Kasus penemuan mayat korban mutilasi di lantai 2 Pasar Besar kemarin meninggalkan beberapa keterangan catatan yang diduga diberikan oleh pelaku sendiri. Selain catatan tulisan, ditemukan pula petunjuk lain yang terletak di bagian tubuh yang terpotong dari korban mutilasi ini.
Menurut informasi yang didapat Malang Post, di kedua kaki korban pun ditemukan tatto. Di telapak kaki sebelah kanan bertuliskan tulisan besar kata "Sugeng". Sementara di telapak kaki di sebelah kiri bertuliskan kata lebih panjang yakni "Wahyu Yang Kutrima dari Tuhan Yesus di Gereja Comboran sama keluarga".
Dari informasi ini Malang Post kemudian menelusuri lokasi gereja yang ada di kawasan Comboran. Menurut warga sekitar dan juga data yang didapat, terdapat dua gereja yang berada di kawasan Comboran. Pertama adalah Gereja Kristus  Tuhan (GKT I) yang berada di Jalan Prof Moh Yamin dan kedua adalah Gereja Beth-El Tabernakel (GBT) Kristus Pelepas yang berada tidak jauh yakni di Jalan Sartono SH. Keduanya berada di sepanjang kawasan Comboran.
Malang Post kemudian mengunjungi lokasi gereja pertama yakni GKT I sekitar pukul 18.30 WIB. Saat hendak dikonfirmasi mengenai informasi catatan yang ada di telapak kaki korban mutilasi, tidak ada pengurus sekretariat yang dapat dikonfirmasi karena sedang berlangsung kebaktian doa harian.
Meski begitu salah satu karyawan yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan jika selama beberapa bulan terakhir tidak ada kejadian janggal yang diketahui dilakukan atau terjadi pada jemaat GKT I ini.
"Kalau misal ada jemaat hilang pasti kita sudah tahu. Tapi ini ga ada sama sekali laporan. Kita, antara jemaat dan pengurus biasanya sangat kuat hubungan koordinasinya. Jadi kalau ada apa apa kita semua mengetahui," ungkap narasumber Malang Post ini.
Saat diperdengarkan sebuah rekaman keterangan tentang catatan di telapak kaki korban mutilasi, ia menerangkan kata Wahyu, familiar dengan apa yang ada di injil atau Alkitab. Wahyu dikatakannya sebagai istilah dalam alkitab. Wahyu sendiri menurut definisi umum adalah sebuah pencerahan atau petunjuk dari Tuhan kepada nabi atau rasul.
Sementara itu ia sempat pula mengatakan bahwa bagi sebagian umat Nasrani, kebiasaan mencatat sebuah ayat dalam sebuah buku, catatan kertas atau bahkan bagian tubuh kerap dilakukan.
"Gak semua sih ya. Tapi ya kadang ada yang melakukan itu," tegasnya.
Sementara itu saat ditanya mengenai kejadian janggal pada jemaat atau lingkungan gereja, sumber Malang Post ini tidak mengetahui adanya kejadian janggal terjadi. Selain mempertanyakan apakah ada jemaat yang hilang, Malang Post juga bertanya apakah terdapat umat gereja yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan atau memiliki catatan perilaku yang janggal, ia pun tidak mengetahui hal ini.
Sementara itu Malang Post bergerak ke gereja kedua yang berada pula di kawasan Comboran. Yakni GBT Kristus Pelepas. Suasana gereja ini tertutup dan sepi saat Malang Post datang hendak konfirmasi. Meski begitu masih ada pengurus sekretariat yang dapat diwawancarai.
Binaya, pengurus sekretariat GBT Kristus Pelepas mengatakan tidak mengetahui apapun soal kejadian penemuan potongan tubuh diduga korban mutilasi ini. Maupun, hal hal yang berkaitan dengan korban dan pelaku yang sampai saat ini masih belum diketahui jelas informasinya.
"Tidak ada yang hilang. Tidak ada laporan jemaat apapun soal ini," tegasnya.
Binaya mengatakan hingga kemarin, tidak ada jemaat GBT Kristus Pelepas yang menghilang ataupun mengalami kejadian janggal selama ini. Perempuan berambut sebahu ini menjelaskan pula jika selama ini jemaat gereja tidak ada yang memiliki catatan gangguan kejiwaan, sakit ataupun melakukan kelakuan janggal.
Saat diberikan informasi soal catatan dibawah telapak kaki korban, Binaya mengatakan hal tersebut bisa jadi tidak berarti apa-apa. Bisa jadi ditulis untuk mengalihkan isu ataupun semacamnya. Pasalnya ia meyakini tidak ada kejadian janggal apapun di gerejanya.
"Jemaat kita juga tidak ada yang jadi pedagang di Pasar Besar. Ndak ada," tegasnya.
Terpisah, Ketua RW 6 Kelurahan Kotalama (wilayah Jalan Muharto Gang 5) Matamin mengaku tidak mengetahui ada kejadian janggal apapun pada warganya belakangan ini. Hal ini dinyatakannya saat dimintai keterangan oleh Malang Post terkait catatan yang ditemukan di lokasi penemuan potongan tubuh diduga perempuan di lantai 2 Pasar Besar siang kemarin.
“Sepengetahuan saya kok selama ini tidak ada ya yang seperti itu,” papar Matamin kepada Malang Post saat ditanya apakah ada kejadian warga meninggal tidak wajar di kawasan Muharto Gang 5 terkait kejadian ini.
Sebelumnya di lokasi kejadian terdapat catatan yang diduga ditulis pelaku, menyangkutpautkan kejadian meninggalnya seorang warga Muharto Gang 5. Bunyi catatan yang ditemukan di lokasi kejadian itu seperti berikut:
“Ilmu dukunmu yang kamu pelajari suatu saat akan memakan dirimu sendiri. Mati atau meninggal dunia dengan mengenaskan. Sekali sudah ada kejadian di Muharto Malang Jawa Timur Muharto Gang 5…”
Ditegaskan Matamin, ia tidak pernah mendengar ada kejadian aneh warganya yang meninggal yang dikaitkan dengan kejadian dugaan mutilasi di Lantai 2 Pasar Besar.
Begitupula ia menegaskan, tidak mengetahui adanya sosok warga kawasan Muharto Gang 5 yang mungkin berperilaku aneh seperti melakukan atau belajar ilmu hitam dan sebagainya. (ica/ary)

Berita Lainnya :