Motif Kematian Santri Masih Misterius

 
MALANG - Polisi masih berupaya mengungkap takbir kematian M Sirojut Tolibin alias Libin (14). Hingga kemarin, polisi terus menyelidiki dengan mencari keterangan saksi. Ada dugaan tewasnya warga Dusun Baran Genitri, Desa Kedungrejo, Pakis ini, bukan karena penganiayaan, melainkan upaya bunuh diri korban. 
"Untuk motif kami masih terus menyelidiki. Masih meminta keterangan saksi-saksi. Selain itu, juga sedang menunggu hasil visum di RS Panti Nirmala Malang, dan hasil otopsi dari Forensik RSSA Malang," ungkap Kanitreskrim Polsek Pakis, Aiptu Teguh Darmawan. 
Apakah kematian korban karena bunuh diri? Teguh mengatakan belum bisa memastikan, karena masih harus menunggu hasil visum dan otopsi. Namun dugaan yang mengarah korban tewas karena bunuh diri, memang ada. 
"Indikasi itu (bunuh diri, red) memang ada. Tetapi kami masih terus mendalaminya. Tunggu hasil visum dan otopsi dulu," ujarnya. 
Terpisah Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, dikonfirmasi juga menduga kematian Libin karena upaya bunuh diri. Tetapi untuk mengungkap kebenarannya, dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara untuk menganalisa hasil keterangan saksi dan hasil olah TKP. 
"Kalau menjadi korban perampokan, jelas tidak. Sebab korban sama sekali tidak membawa barang berharga. Termasuk karena penganiayaan, kemungkinan itu juga sangat kecil," jelas Adrian Wimbarda. 
Dikatakannya, jika Libin menjadi korban penganiayaan, setidaknya ada perlawanan atau upaya untuk menyelamatkan diri. Tetapi hasil olah TKP, bercak darah korban hanya pada satu titik saja. 
Lantas, jika memang bunuh diri apa bisa korban melukai diri sendiri dengan beberapa luka tusukan? "Itulah yang kini masih kami dalami. Sebab darah hanya pada satu titik saja. Kalau memang dia (korban, red) diserang, pasti berusaha lari dan darah tercecer," terangnya. 
Sekadar diketahui, Minggu malam sekitar pukul 21.00, korban diketahui pergi meninggalkan Pondok Pesantren di wilayah Kedungkandang. Ketika pergi ia berpamitan kepada temannya, kalau mau kabur dari Ponpes. Korban tidak membawa apapun, hanya tas ransel berisi pakaian. 
Termasuk korban juga tidak bilang mau pergi kemana. Hanya mengaku ada temannya yang menjemput. Namun Senin dini hari sekitar pukul 02.00, korban ditemukan warga bersimbah darah dengan tubuh penuh luka tusukan.  Oleh warga ditolong kemudian dilarikan ke RS Panti Nirmala. 
Sempat korban menjalani operasi. Selasa pagi bahkan kondisinya dikatakan sempat membaik, meskipun belum sadarkan diri. Namun beberapa jam kemudian, korban dinyatakan telah meninggal dunia .(agp/jon)

Berita Lainnya :