Mutilasi Gegerkan Pasar Besar


MALANG - Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menegaskan pihak penyidik masih menyusun pecahan informasi hasil olah TKP kasus mutilasi di Pasar Besar, Selasa siang (14/5). Asfuri menerangkan, kronologi pembunuhan lalu dilanjut dengan mutilasi, masih belum bisa disimpulkan secara kronologis. “Untuk lokasi eksekusi korban, masih didalami, belum bisa disimpulkan,” kata Asfuri.
Penemuan mayat perempuan yang dimutilasi menjadi enam bagian, menggemparkan Malang Raya. Lima bagian tubuh, ditemukan di dasar tangga lantai dua menuju lantai tiga. Yakni, dua tangan, dua kaki, dan kepala yang terpenggal.
Sementara, tubuh korban ditemukan membusuk di kamar mandi, tak jauh dari lokasi. Meski masih dalam proses pendalaman, hasil analisa sementara petugas di lapangan, diduga kuat, korban dieksekusi di ujung tangga menuju lantai tiga. Dugaan itu dikuatkan banyak terdapat bercak sisa banjir darah di tempat tersebut.
Setelah itu, di sepanjang tangga penyambung lantai dua dan lantai tiga grosir kosong bekas kebakaran dulu, ada bercak darah seperti terseret. Diduga kuat korban dieksekusi di ujung tangga di lantai tiga. Setelah itu, dia dicincang menjadi enam bagian. Pelaku, diduga turun ke dasar tangga.
Dia lalu menata tangan, kaki dan kepala, dan memasang tangan manekin untuk menunjuk kepada bagian-bagian tubuh korban berjenis kelamin perempuan itu.
Badan korban yang tersisa, diseret menuju kamar mandi dan diposisikan terlentang. Polisi tidak menemukan pisau, maupun alat tajam yang diduga digunakan untuk memutilasi tubuh korban. Untuk mencari petunjuk dan kunci penyelidikan, polisi sudah memeriksa tiga saksi.
“Kami sudah memeriksa tiga saksi, serta mengambil beberapa barang bukti. Saksi diperiksa di Polsek Klojen,” ujar Asfuri. Polisi sendiri kesulitan mencari barang bukti rekaman CCTV, karena area tempat penemuan mayat, sudah kosong sejak kebakaran Pasar Besar.
“Area ini sudah ditinggalkan dan kosong sejak kebakaran terjadi,” sambungnya.  Barang bukti lain yang diambil, adalah sidik jari di lokasi kejadian, yang masih belum jelas, apakah sidik jari merupakan sidik jari pelaku, korban atau orang lain.
Semalam, informasi yang dihimpun menyebut petugas forensik sempat kesulitan menganalisa sidik jari korban yang mengering. “Harus dibasahkan dulu, baru bisa dicari di data base administrasi kependudukan,” tutup salah satu petugas.(fin/lim)