Napi Curas Tewas di Lapas


MALANG – Seorang warga binaan Lapas Lowokwaru Kota Malang, tewas mendadak Senin siang kemarin. Sugianto, 36, warga Pasuruan terpidana kasus pencurian pemberatan dan pencurian dengan kekerasan, meninggal karena terkena serangan jantung, pukul 11.50. Dia tewas saat dibawa ke rumah sakit lapas.
Dari keterangan yang dihimpun, Sugianto sedang menjalankan pelatihan pembuatan kerajinan keset di Lapas Lowokwaru. Sekitar pukul 11.50, tiba-tiba saja Sugianto mengalami kejang. Tubuhnya tremor, dengan posisi tangan memegangi dada. Dia mengeluhkan sakit nyeri. Saat berdiri, dia terhuyung-huyung.
Sugianto meminta tolong kepada temannya. Dia menyandarkan badannya dan digotong ke rumah sakit lapas. Namun, ketika sudah diperiksa dokter lapas, Sugianto sudah tewas. Pihak dokter Lapas Lowokwaru langsung melakukan pemeriksaan jenazah untuk memastikan penyebab kematian.
Pelaksana Harian Kalapas Lowokwaru, Kodir menyebut, hasil pemeriksaan dokter menyebut korban tewas karena sakit jantung. “Dari hasil pemeriksaan dokter Lapas, korban meninggal dengan tanda-tanda serangan jantung. Kukunya biru, bibirnya biru. Catatan pemeriksaan awal ketika masuk dahulu, tensi darahnya 150/102,” ujar Kodir kepada wartawan kemarin.
Karena sifat kematiannya yang mendadak, Lapas Lowokwaru juga melaporkan peristiwa ini kepada Polsek Blimbing bersama Inafis Polres Makota. Begitu tiba di Lapas, polisi memeriksa korban penghuni blok 14 kamar 2 tersebut. Hasilnya, korban dipastikan meninggal karena faktor natural.
“Hasil pemeriksaan Inafis Polres Makota memastikan korban meninggal karena serangan jantung. Setelah itu, kami memanggil pihak keluarga, dalam hal ini kakak korban,” ujar Giyono, Kepala Pengamanan Lapas Lowokwaru. Sugianto merupakan terpidana kasus 363 dan 365 KUHP.
Dia dijerat pasal ganda setelah menjambret dan melakukan kekerasan pada korbannya pada tahun 2016 lalu. Dia divonis 5 tahun penjara.(fin/lim)

Berita Terkait