Nenek 7 Orang Cucu Pengedar Pil Koplo

KASUS NARKOBA: Tersangka Rusmiati dan Amelia Lindasari ketika diinterogasi oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.
MALANG - Hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2019, Polres Malang berhasil menangkap 90 tersangka dari 81 kasus. Dimana 6 orang tersangka di antaranya adalah perempuan. Bahkan ironisnya, salah satunya adalah nenek 7 orang cucu.
Enam orang tersangka tersebut di antaranya adalah Rusmiati, 53, warga Cepokomulyo, Kepanjen. Wanita 8 orang anak dengan 7 cucu ini, ditangkap di rumah kontrakannya Jalan Mentaraman, Kelurahan Penarukan, Kepanjen.
Rusmiati diringkus Satuan Reskoba Polres Malang, karena mengedarkan sabu-sabu (SS). "Saya hanya dititipi oleh anak angkat untuk menjualkan saja," ucap tersangka Rusmiati.
Tersangka Rusmiati, tidak hanya sekali ini masuk penjara. Dia mengaku sudah tiga kali keluar masuk penjara. Dua kali sebelumnya karena menjual pil koplo jenis dobel L. Baru bebas pada awal bulan Januari lalu.
"Saya terpaksa menjual narkoba karena untuk tambahan biaya hidup sekaligus membayar kontrakan rumah," ujarnya.
Satu tersangka lainnya adalah Amelia Lindasari, 19, warga Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Ia ditangkap saat mau transaksi sabu-sabu di sekitar Jalan Raya Pindad, Turen. Ia mengaku hanya sekali saja berurusan dengan polisi karena kasus narkotika.
"Saya diajak oleh Edi, teman asal Kota Malang. Katanya diajak jalan-jalan, namun kenyataannya dibawa ke Pindad untuk ambil sabu-sabu. Ketika turun dari mobil, saya langsung ditangkap," ucap Amelia.
Tersangka lainnya adalah Cindi Agus Cahyati, 26, warga Desa Clumprit, Pagelaran. Dia ditangkap petugas di wilayah Wendit Kecamatan Pakis. Ketika diringkus, tersangka mengaku baru saja mengonsumsi SS.
Cindi mengatakan, mengonsumsi sabu-sabu sejak tahun 2005 lalu. Awalnya hanya coba-coba karena diajak oleh teman. Kemudian ibu tiga anak ini, mengaku ketagihan sampai sekarang. "Alasan saya memakai sabu-sabu untuk doping kerja. Karena ketika usai memakai, serasa ada semangat bekerja," tutur tersangka Cindi Agus Cahyati.
Satu tersangka wanita lainnya adalah Dinda Wulandari, warga Dusun Sumberbrantas, Desa Jurang Kuali, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Dia ditangkap dalam sebuah kamar penginapan home stay di Desa Gubuk Klakah Kecamatan Poncokusumo. 
Pemenggalan Dinda, karena setelah digrebek petugas Polsek Poncokusumo. Saat itu ia baru saja mengonsumsi sabu-sabu bersama dengan teman-temannya. Namun saat digrebek, teman-temannya sedang pergi membeli makan. "Saya ini dijebak oleh teman, karena diajak ke Bromo, namun ternyata dibawa ke penginapan dan diajak pesta SS. Saya berharap pria yang menjebak juga ditangkap," paparnya.(agp/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :