Ngaku Keluarga, Haji Asal Mergan Nyaris Ditipu


MALANG - Kasus penipuan melalui telepon masih terjadi. Kali ini, modusnya bukan lagi mengaku mengalami kecelakaan atau mama minta pulsa. Namun, menggunakan modus mengaku sebagai keluarga dan mengajak korban untuk berbisnis.
Seperti yang dialami oleh Haji Tarmuzi, 45, warga Jalan Mergan Musala, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Korban dihubungi oleh nomor yang tidak dikenal 11 September 2018, lalu. Oknum penelpon tersebut mengaku sebagai kerabat korban yang sedang berada di Kalimantan.
"Ngakunya begitu. Apalagi dia ini juga kenal, nama kerabat-kerabat saya yang lain. Makanya saya sempat percaya. Bahkan sempat ngobrol juga  dengan keluarga yang lain, tanya kabar," terang dia.
Setelah itu, keesokan harinya, oknum penelpon tersebut kembali menelpon korban. Kali ini, ia mengajak korban untuk berbisnis kelapa sawit. Dengan sistem bagi hasil, korban diminta pelaku memberikan modal sebesar Rp 11 juta.
Kemudian,  korban sempat mempercayai ajakan tersebut karena yakin itu merupakan saudaranya yang berada di Kalimantan. Korban yang percaya dengan perkataan pelaku seperti terhipnotis dan langsung menuju ATM.
Ketika berusaha akan mentrasferkan uang yang diminta pelaku, istri korban, Rini Anggraeni, 40, mengetahui hal tersebut. Rini pun merasa curiga, sebab ia tak yakin kalau si penelpon adalah kerabat suaminya.
Akhirnya Rini mencoba menelpon pelaku. "Saya tanya terus, dia tetap ngotot ngaku keluarga kami yang ada di Kalimantan namanya Imam mau ngajak bisnis. Tapi kami nggak yakin. Sebelumnya dia juga sempat meminta data-data KTP dan minta pulsa 100 ribu sama suami saya. Akhirnya dibelikan. Dari situ mosok mau bisnis, pulsa saja minta," tambah dia.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, usai diintrogasi oleh Rini, pelaku akhirnya mematikan telepon. Tak berselang lama, pelaku masih berusaha menelpon nomor suaminya, namun tak diberi tanggapan. "Nah pas saya hubungi kembali,  nomornya sudah tidak aktif. Nomornya saya hapus di HP suami saya," terangnya.
Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya tidak akan melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Beruntung, korban yang nyaris termakan omongan pelaku berhasil dicegah oleh istrinya saat akan mentransfer uang sehingga tidak menderita kerugian yang cukup besar. "Nggak lapor, ya untungnya ngak jadi transfer, biar saja kalau cuma pulsa. Semoga ada yang balas. Mungkin harus lebih cermat lagi," tandas dia.(tea/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :