Nginap di Hotel, Dihajar Wanita Asal Lowokwaru


MALANG – Saat sedang beristirahat di hotel, seorang wanita tiba-tiba didatangi orang lalu digebuki sampai babak belur. Kejadian ini dialami oleh wanita inisial JC, 27, warga Jalan Flamboyan Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi yang sedang menginap di hotel di kawasan Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi pada 16 Juni 2019 lalu. Awalnya, korban menginap di hotel di kawasan Blimbing bersama temannya pada 15 Juni 2019. Pada 16 Juni siang, keesokan harinya, tiba-tiba saja, seorang wanita menerobos masuk ke kamarnya. Korban mengaku kenal dengan wanita yang diketahui berinisial NI alias Nike.
Korban menyebut NI berasal dari Lowokwaru Kota Malang. Wanita ini, dilaporkan langsung memukul wajah korban berkali-kali. Dia juga menjambak hingga korban jatuh ke lantai. Korban berupaya berdiri, dan langsung ditendang di bagian perut dan selangkangannya. Korban terjatuh lagi ke lantai.
Wanita itu, menginjak leher dan kepala korban. Setelah itu, kepala korban dilempar dengan stoples kaca, dan dadanya dipukul dua kali. Setelah meng korban, wanita ini mengambil barang-barang berharga milik korban dan pergi dari lokasi. Akibat kejadian ini korban mengaku mengalami luka.
Dia luka memar dan lebam di bagian wajahnya. Kepalanya sakit dan pusing. Selain itu, tengkuk, perut dan selangkangannya juga terasa sakit. Selain luka fisik, korban mengaku mengalami kerugian materil. Barang-barang yang diambil oleh wanita tersebut, ditaksir senilai Rp 100 juta.
Karena tidak terima, akhirnya 18 Juni 2019 lalu, dia melapor ke Polres Malang Kota.
Kasubbag Humas Polres Makota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, yang dikonfirmasi soal validitas informasi ini, membenarkan bahwa kejadian dugaan penganiayaan tersebut dilaporkan ke Polres Malang Kota.
“Benar, ada pelaporan kejadian tersebut,” ujar Marhaeni kepada Malang Post.
Menurut Marhaeni, untuk melengkapi laporan tersebut, korban sudah mencantumkan hasil visum. Meski demikian, setelah menerima pelaporan ini, pihak Polres Makota tidak percaya begitu saja dengan pernyataan dalam laporan korban.
Polisi masih harus memeriksa para saksi, termasuk terlapor yang dituduh oleh korban melakukan penganiayaan. “Untuk pemeriksaan saksi-saksi, sudah dikirim surat panggilannya. Kami sekarang menunggu saksi datang memenuhi panggilan, untuk dimintai keterangan,” tutup Marhaeni.(fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :